Quote

Upaya untuk menekan kesan kumuh serta “sumber masalah” TPA Sente terus diupayakan oleh Pemkab Klungkung. Setelah perbaikan manajemen pengelolaan sampah, penangkapan gas methan serta pencanangan teknologi ecobrick, kali ini digulirkan gagasan baru untuk menjadikan TPA Sente sebagai TPA  Wisata Edukasi.

TPA Sente yang memiliki luas 0,98 Ha dengan pengelolaan sampah secara Open Dumping, secara bertahap dikembangkan menjadi system controlled landfill di mana timbunan sampah diurug dengan lapisan tanah yang dipadatkan. Sistem controlled  landfill ini dikenal sebagai salah satu sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

TPA Sente dilengkapi dengan instalasi pengolahan air lindi sampah.  Air lindi merupakan hasil degradasi dari sampah yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke lingkungan. Air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan  disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) untuk dinetralkan.  Air lindi mengandung gas methan yang berbahaya bagi lingkungan, selain itu juga berkontribusi terhadap pemanasan golobal. Oleh karena itu diupayakan  sistem pengendalian gas methan dan sistem pemanfaatan gas methan melalui pipa-pipa instalasi dan disalurkan ke masyarakat sekitar TPA sebagai sumber energi alternatif untuk memasak seperti telah diujicobakan beberapa waktu lalu. Sampah-sampah yang yang nantinya tidak produktif lagi akan ditimbun dan ditutupi dengan tanaman sehingga lahan tak produktif bisa digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan yang tidak produktif yang artinya tidak menghasilkan sesuatu keuntungan seperti   buah-buahan.

Proses pengelolaan sampah di TPA sente pada zona aktif dengan berbagai komponen mulai dari penerimaan sampah masuk pemilahan sampah organik sebagai bahan composting, proses pembuatan kompos, instalasi pengelolaan air lindi sampah, serta pengelolaan  pada zona non aktif dengan instalasi pengelolaan gas methan dan selanjutnya dikembangkan sebagai area publik yang dilengkapi dengan Ruang Pamer hasil pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle ( 3R ), arena bermain ( Play ground ), kebun  keanekaragaman hayati (Kehati) yang berisi tanaman maskot dan tanaman langka, fasilitas outbond, serta tempat berkemah (camp site) yang dilengkapi fasilitas MCK.

Proses pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta pengembangan area publik pada zona non aktif inilah yang akan dijadikan  media pembelajaran pengelolaan sampah yang baik dan pengelolaan lingkungan hidup yang bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata yang bersifat edukatif  bagi pelajar dan masyarakat secara luas dengan konsep eco-edu-tourism.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalui akun facebooknya menuliskan bahwa TPA Sente sedang berproses menuju TPA Edukasi. Penanaman rumput dan pohon perindang sudah dipersiapkan dan gas methan pun sudah siap disalurkan ke warga sekitar

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

TPA Sente Menuju TPA Wisata Edukasi

Comments are closed.