Quote

Survei tentang  kepatuhan warga masyarakat terhadap Perda  Provinsi Bali No.10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kabupaten Klungkung dilaporkan hasilnya oleh tim Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (30/3/2016)  bertempat di ruangan kerja Bupati Klungkung. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Tim Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) Made Kerta Duana beserta tim dan didampingi oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. WayanJaya Putra.

Ketua tim survey BTCI Made Kerta Duana melaporkan hasil survei kepatuhan terhadap perda KTR dilakukan di kabupaten Klungkung pada Juli-Agustus 2013, Februari-Maret 2014 dan Agustus-September 2014. Sampel dipilih dari 7 kawasan yang diatur dalam perda KTR dengan cara diacak proporsional. Jumlah sampel yang diobservasi sampai survei Agustus-September 2014 sebanyak 219 gedung. Dalam survey ini warga dinyatakan patuh bila sesuai dengan 8 kriteria KTR yang meliputi, terpasang tanda dilarang merokok, tidak ada orang merokok, tidak tersedia asbak, tidak ditemukan puntung, tidak tercium bau asap dan tidak ada tempat khusus merokok di dalam gedung. Selain itu, masih ada 2 kriteria lain yaitu tidak ada promosi dan jual beli rokok.

Lebih lanjut Kerta Duana menjelaskan memaparkan hasil survei kedua tahun 2014 menunjukkan proporsi gedung  terhadap perda KTR menunjukkan sedikit peningkatan dari 11,8 % pada survei pertama tahun 2014 menjadi 24,4% pada survei  kedua tahun 2014. Walaupun meningkat, tetapi masih lebih rendah dibandingkan kepatuhan provinsi Bali secara keseluruhan yang mencapai 17,2 % pada survei pertama tahun 2014 dan 25,9% pada survei kedua tahun 2014. Kawasan dengan tingkat kepatuhan paling baik adalah fasilitas kesehatan sebesar 83,3% yang sudah melewati target 80%.

Pelanggaran  yang masih banyak ditemukan antara lain masih ditemukannya puntung rokok  di dalam gedung yaitu 30,9% pada survei pertama tahun 2014 menurun menjadi 21,1% pada survei kedua tahun 2014. Selain itu masih ditemukan orang merokok di dalam gedung sebanyak 26,5% pada survei  pertama tahun 2014 menurun menjadi 16,7% pada survei kedua tahun 2014.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepatuhan adalah keberadaan tanda dilarang merokok.  Cakupan tanda hanya 14,7% pada survei pertama tahun 2014 meningkat menjadi 34,4% pada survei kedua tahun 2014. Peningkatan kepatuhan relatif kecil dari tahun sebelumnya yang  disebabkan oleh meningkatnya tanda larangan merokok, bukan karena kepatuhan masyarakat pengguna kawasan.

Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni melaporkan rencananya untuk  menambah tanda dilarang merokok di setiap kawasan KTR. Tanda larangaan ini  akan dibuat dengan bahan yang lebih keras dan tahan lama sehingga tidak  mudah rusak ataupun dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut Adi Swapatni berharap ke depan pelaksanaan KTR di fasilitas kesehatan akan meningkat yang sebelumnya 83,3% menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memintaa agar  perda yang dibuat seperti perda KTR dapat dibuat dalam bentuk CD dan dibagikan ke rumah sakit, puskesmas, sekolah dan lingkungan banjar adat sehingga masyarakat bisa tahu dan bisa menerapkan perda tersebut.  Kabupaten Klungkung juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi maraknya iklan-iklan rokok dan akan lebih banyak mengiklankan bahayanya merokok bagi kesehatan sehingga  ke depan akan lahir generasi Klungkung yang sehat demi Klungkung yang  lebih baik

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

BTCI Laporkan Hasil Survey Kepatuhan Terhadap Perda KTR Kepada Bupati Klungkung

Comments are closed.