Hasil Kajian PPI Kusamba Dinyatakan Layak Untuk Dilanjutkan

Standard

Pemkab Klungkung tengah berupaya membangun dan memfungsikan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kusamba yang selama ini mangkrak pembangunannya sehingga tidak pernah dipergunakan oleh para nelayan. Langkah awal yang telah dilakukan pemkab adalah dengan melakukan pengkajian ulang perencanaan pembangunan PPI Kusamba. Maka dari itu, Jumat(19/12) Bupati Suwirta menerima pemaparan hasil kaji ulang yang telah dilakukan oleh PT. Spektra selaku konsultan di ruang rapat Bupati Klungkung. Didampingi Kadis PPK Klungkung IGN Badiwangsa, Kepala Inspektorat IB Sudarsana, Camat Dawan A.A. Putra Wedana, Bupati Suwirta menerima tim konsultan serta perwakilan Kelompok nelayan dan perbekel Desa Kusamba.
Dalam paparan yang di bacakan oleh Sri Raharjo, kaji ulang yang dilakukan timnya bermaksud untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi dan data mengenai kondisi perikanan, kondisi fisik serta data penunjang lainnya yang akan digunakan untuk melakukan analisis kelanjutan pembangunan PPI Kusamba. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran kelayakan PPI Kusamba sebagai lokasi pelabuhan perikanan dan kelanjutan perencanaan pembangunannya. Dari sisi kondisi perikanan dan teknis, lokasi PPI Kusamba dinyatakan layak sebagai lokasi pelabuhan perikanan, karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman nelayan serta letak geografisnya juga aman karena tidak berada di daerah rawan abrasi. Sedangkan untuk kajian hukum, PPI Kusamba yang statusnya belum berfungsi karena bangunan utama belum terselesaikan, maka pembangunan PPI Kusamba layak untuk dilanjutkan kembali. Sri Raharjo juga menegaskan bahwa kendala pembangunan PPI sebenarnya ada pada system penganggaran yang menggunakan system tahun tunggal, Sri raharjo menyarankan hendaknya menggunakan system multiyears.
Kadis PPK Ida Bagus Badiwangsa dalam kesempatannya juga menjelaskan bahwa ketika awal pembangunan PPI kusamba dirinya belum menjabat seperti sekarang, namun Ida Bagus Badiwangsa mengetahui sejarah pembangunan PPI dari Tim lama yang dulu ikut dalam panitia pembangunan. “Awal pembangunan proyek ini saya belum menjabat seperti sekarang, namun saya tahu awal pembangunan PPI ini, dimana dana yang turun hanya Rp 1.2milliar dari total Rp 20Milliar yang direncanakan, maka dari itulah pembangunannya tidak pernah selesai.” ujar IGN Badiwangsa.
Dewa Gede Wira salah seorang perwakilan kelompok nelayan Kusamba dalam kesempatannya menyampaikan kekawatirannya akibat pembangunan dermaga PPI Kusamba ini, dimana sejak adanya PPI ini, wilayah pantai di bagian timur dari PPI kusamba mengalami abrasi yang begitu cepat dan parah. Dewa Gede Wira berharap ada penanganan masalah abrasi yang diakibatkan oleh dermaga PPI Kusamba. Pernyataan Dewa Gede Wira juga dibenarkan Perbekel Kusamba Ketut Winastra yang juga mengharapkan ada solusi penanganan abrasi akibat adanya dermaga PPI itu. Apalagi disisi timur PPI Kusamba terdapat pemukiman nelayan Pesinggahan dan area Pura Goa Lawah yang gelombang dan abrasinya semakin mengkhawatirkan.
Bupati Suwirta yang memimpin pertemuan itu menyampaikan terima kasihnya kepada tim pengkaji yang talah memberinya data yang dibutuhkan. Dengan data itu Bupati Suwirta telah mengetahui mesti dari mana akan bertindak untuk melanjutkan pembangunan PPI supaya nantinya bisa dioperasikan. “ Data yang saya peroleh ini nanti akan saya sampaikan langsung kepada kementrian kelautan guna mendapat bantuan untuk melanjutkan proyek PPI Kusamba.”ujar Bupati Suwirta. Bupati suwirta juga berharap kepada tim pengkaji untuk mencarikan solusi untuk melindungi pantai sisi timur PPI kusamba yang mengalami abrasi akibat adanya dermaga PPI Kusamba.(hmsklk)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.