Daily Archives: December 9, 2014

Bupati Suwirta Tantang Calon Dirut PDAM Berani Berinvestasi

Standard
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya memperlancar dan meningkatkan produksi air guna didistribusikan kepada warganya terutama diwilayah Nusa Penida yang notabene daerah yang paling sering mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari – hari. Jumat (8/12) Bupati suwirta didampingi Camat Nusa Penida dan Kabag HUMAS dan Protokol Wayan Parna meninjau mesin pompa dan inverter yang berada di Desa Sakti, Nusa Penida.
Bupati serta rombongan diterima Kepala Unit PDAM Nusa Penida I Ketut Narsa langsung meninjau instalasi mesin pompa. Ketut Narsa menyampaikan kepada Bupati bahwa pemasangan inverter baru sedang dikerjakan guna mengoperasikan dua buah pompa sekaligus. “ Dengan pemasangan inverter baru ini akan dapat meningkatkan jumlah air yang distribusikan kepada warga, karena dengan inverter ini dua buah pompa akan bisa dioperasikan secara bersama-sama.” Ujar I ketut Narsa.
Saat ini PDAM Unit Penida di Desa Sakti mendistribusikan air untuk enam desa dengan jumlah pelanggan sebanyak 2560. Disaat musim kemarau panjang kemarin PDAM mengalami kesulitan pendistribusian karena hanya satu pompa yang beroperasi, maka dengan pemasangan inverter ini akan meningkatkan pendistribusian air kepada warga. Ketut Narsa juga berharap bantuan kepada Pemkab Klungkung dalam peremajaan instalasi-instalasi pompa dan jaringan-jaringan pipa.
Bupati Suwirta dalam pernyataannya akan menantang Dirut PDAM yang terpilih nanti untuk berani berinvertasi dan berhutang demi peningkatan kwalitas pelayanan kepada para pelanggan. “ Sebagai sebuah perusahaan yang berorintasi untung mendapat keuntungan, saya akan menantang siapapun yang terpilih sebagai Dirut baru PDAM untuk berani berinvestasi, berani berhutang guna peningkatan kwalitas pelayanan dan produksinya .” ujar Bupati Suwirta.
Bupati Suwirta yang sempat meninjau kolam penampungan sumber mata air dekat pantai Penida atau pantai Crystal Bay, juga sangat menyayangkan banyaknya air yang terbuang kelaut, padahal air tersebut sangat berguna disaat musim kemarau panjang. “ Ini harus dipikirkan ulang bagaimana mengatasi jumlah air yang banyak terbuang kelaut dengan sia-sia.” Ujar Bupati asal Ceningan ini. Selain itu Bupati berharap supaya air yang didistribusikan kepada pelanggan supaya diolah lebih dulu. Selain mamantau kolam penampungan sumber mata air Penida,  Bupati juga meninjau bak-bak penampungan air disekitar Desa Sakti yang kondisinya perlu peremajaan.(hmsklk)
Advertisements

Bupati Suwirta Canangkan PATEN, Tahun 2015 Ijin Dapat Diurus di Kecamatan

Standard
Mulai januari 2015, semua Kecamatan di Kabupaten Klungkung sudah bisa memberikan pelayanan perijinan dan non perijinan. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati dalam laporannya pada kegiatan pencanangan Kecamatan sebagai penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) tahun 2015.
Penyelenggaraan PATEN di masing-masing Kecamatan ini dicanangkan langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta diruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, senin (8/12) kemarin. Acara pencanangan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung, para Camat dan Perbekel se-Kabupaten Klungkung.
Luh Ketut Ari Citrawati lebih jauh mengatakan, PATEN merupakan penyelenggaraan pelayanan publik di Kecamatan yang proses pengelolaannya mulai dari permohonan sampai ke tahap penerbitan dokumen dilakukan dalam satu tempat, yaitu di Kecamatan. PATEN mewujudkan Kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan bagi Kantor/Badan Pelayanan Terpadu di Kabupaten Klungkung. “Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kapada masyarakat,”ujarnya. Disebutkan, Kabupaten Klungkung merupakan satu-satunya Kabupaten di Bali dari 22 Kabupaten/Kota yang sudah siap untuk pelaksanaan PATEN dari 369 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hal ini menurut Citrawati adalah menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendekatkan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Sebagai salah satu Kabupaten yang sudah siap, Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bupati dan Camat se-Kabupaten Klungkung,”imbuhnya.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya PATEN ini dapat mengubah pola pikir masyarakat dan aparatur untuk lebih efektif dan efesien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, dengan telah dicanangkannya PATEN ini, diharapkan dapat memperpendek rentang birokrasi, memperkuat optimalisasi peran camat dalam pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. “Dengan PATEN ini harus diimbangi pula dengan transparansi pengurusan ijin,”tegasnya.
Sementara itu, dasar hukum pelaksanaan PATEN di Kabupaten Klungkung yakni Peraturan Bupati Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 25 tahun 2014, dimana pelayanan yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan ini mencakup 11 layanan perijinan, meliputi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) kecil, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Pemutihan IMB Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Ijin Mendirikan Satuan Pendidikan PAUD, Ijin Usaha Hortikultura, Surat Ijin Industri Kecil, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, TDP Cabang di Kecamatan, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, Ijin Penyelenggaraan Optik dan pengurusan Ijin Usaha Kecil Rekreasi dan Hiburan Umum. Sedangkan bidang pelayanan non perijinan meliputi enam aspek, diantaranya Koordinasi, Pembinaan, Pengawasan, Fasilitasi, Penetapan dan Penyelenggaraan.(hmsklk/nom)

Pentingnya Pendidikan Bagi Warga Miskin

Standard
Mengetahui adanya satu keluarga miskin yang sangat memprihatinkan, Bupati Suwirta didampingi Kabag Humas wayan parna langsung bergerak cepat guna melihat keadaan keluarga tersebut di Desa Sampalan, Banjar lekok minggu(7/12) kemarin. Keluarga yang tinggal ditengah rumah yang kumuh serta kurangnya sarana seperti listrik dan air membuat keluarga tersebut semakin susah.
Wayan Mangku Bandem (70) sudah tinggal disana sekitar 15 tahun dan sudah dikaruniai 5 orang anak dari pernikahan keduanya. Keluarga ini juga tinggal ditanah milik orang lain, dan hanya bekerja sebagai penjual kayu bakar. Karena mendengar ada salah satu dari lima anak Wayan Mangku Bandem sakit, Bupati Suwirta mengajak dr. Nym Adiputra untuk memeriksa keadaan anak keempat dari Wayan Mangku Bandem tersebut.
Bupati Suwirta sempat terkejut mendengar semua anak Wayan Mangku Bandem putus sekolah. Dalam keterangannya pendidikan merupakan dasar dari terbentuknya karakter seseorang kalau dibiarkan seperti ini terus maka akan menjadi kemiskinan baru. Seusai melihat kondisi dan memberikan bantuan keluarga Wayan Mangku Bandem, Bupati menyempatkan diri untuk melihat keadaan Wayan Kuat dan Ketut marta yang mengalami cacat fisik. Keduanya sama-sama lumpuh pada kakinya. Bupati Suwirta berharap bantuan-bantuan pemerintah harus sampai pada orang yang tepat. Sebelum menuju melihat keadaan warga lumpuh selanjutnya, Bupati Suwirta memberikan bantuan walaupun tidak begitu besar tapi semoga bermanfaat bagi Wayan Kuat dan Ketut Marta.
Dan selanjutnya Bupati Suwirta melihat keadaan ibu dan anak yang mengalami lumpuh di Banjar Losan, Desa Takmung, Kecamatan Klungkung(7/12) kemarin. I Wayan Kubuk yang telah berumur sekitar  70 tahun serta ibunya Ni Wayan Tepuk yang sudah berumur 100 tahun lebih, mengalami kelumpuhan sampai tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dalam percakapan dengan Bupati Suwirta, I Wayan Kubuk sangat berterima kasih karena sangat perduli dengan dia dan Ibunya.(hmsklk

Meninjau Perbaikan Jalan di Bukit Abah

Standard
Dengan curah hujan yang sangat tinggi akhir-akhir ini, jalan utama yang di daerah Bukit Abah mengalami kerusakan yang cukup parah. Warga dengan kesadaran bergotong-royong bersama memperbaiki lubang-lubang jalan yang rusak akibat terbawa arus air hujan yang sangat deras.
Menurut keterangan I Ketut Suartika (39) yang juga selaku kordinator kegiatan tersebut warga yang bergotong-royong sekitar 90 orang dan menghabiskan biaya kurang lebih 10 juta rupiah yang keseluruhan biaya berasal dari dana swadaya masyarakat lingkungan Bukit Abah. Jalan yang diperbaiki kurang lebih sepanjang 3 kilometer.
Bupati Suwirta yang datang meninjau kegiatan gotong-royong tersebut sangat antusias karena disini jiwa gotong-royong masyarakatnya masih sangat kuat. Karena berhubung Bukit Abah ini terbagi atas 2 kabupaten, yaitu kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, Bupati Suwirta akan melakukan kordinasi dengan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg masalah jalan utama yang ada di Bukit Abah tersebut yang kondisinya sudah lumayan parah.(hmsklk)