BUPATI SUWIRTA HADIR DAN JADI UPASAKSI DI PURA MANDHARA GIRI SEMERU

Standard

Untuk kedua kalinya Pura Mandhara Giri Semeru Lumajang menggelar Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh Panca Walikrama. Dalam Upacara yang digelar setiap 10 tahun sekali, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadir sebagai untuk menyaksikan prosesi Upacara tersebut (6/7) minggu siang kemarin. Upacara yang terkait yang digelar pada hari tersebut yaitu Upacara Tawur Agung Balik Sumpah, Pedanan dan Upacara Nedunang Betara. Prosesi upacara ini dipuput oleh 13 Sulinggih dari Bali.

Dalam Upacara Panca Walikrama tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Perwakilan Dari Kepala Departemen Agama, dari Bupati Karangasem I Wayan Gredeg serta perwakilan Bupati/Walikota se-Bali, dari Ketua PHDI Provinsi Bali, PHDI Jawa Timur dan PHDI Kabupaten Lumajang serta dari umat hindu di Kabupaten Lumajang.

Dalam penjelasan Cokorda Ardana Sukawati atau lebih dikenal dengan Cok Ace sebagai Ketua Panitia Upacara ini menyampaikan digelarnya Upacara Panca Walikrama yang dilaksanakan setiap 10 sekali (mengambil siklus 10 tahun sekali) bertujuan untuk memohon Kepada Tuhan agar diberikan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan serta alam semesta beserta isinya diberikan kesejahteraan. Atas digelarnya upacara ini, Cok Ace berharap ada pengaruh skala dan niskala dari digelarnya Upacara ini. Dari sekala Cok Ace berharap agar seluruh umat dibeikan tutunan, sinar suci dan kerukunan antar umat sedangkan dari niskalanya dapat dijadikan media komunikasi antar umat dan umat hindu dengan umat lainnya sehingga Upacara ini tidak hanya dipandang sebagai perspektif ritual tetapi dapat dilihat dari perspektif sosial agar dapat berkembang dengan adanya Upacara ini.

Dari digelarnya prosesi Upacara ini, puncak Upacara akan digelar pada tanggal 12 juli mendatang dengan menggelar Upacara Padudusan Agung. Sebelumnya prosesi upcara ini diawali pada tanggal 4 juli dengan menggelar Upacara melasti Tawur Labuh Gentuh di pantai Watu Pecak Lumajang. Sedangkan Upacara penyineban akan digelar pada tanggal 26 juli mendatang.

Bupati Suwirta dalam sela-sela Upacara menyampaikan harapannya semoga apa yang menjadi harapan dari digelarnya Upacara ini bisa terwujud. “Dengan tujuan untuk memohon keharmonisan, kerukunan dan kedamaian untuk semua umat, jadi Upacara Panca Walikrama ini sangat relevan dilakukan pada saat kondisi kita dalam menghadapi Pilpres pada 9 juli mendatang. Semoga dalam Pilpres nanti semua umat menjalaninya dengan rukun, harmonis dan dengan kedamaian” harap Bupati Suwirta.(Humas Klk)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.