KASUS DERMAGA GUNAKSA, Kejari Klungkung tetapkan 15 tersangka

Standard

SEMARAPURA, BALIPOST.com-Kejaksaan Negeri Klungkung akhirnya menetapkan 15 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Dermaga Gunaksa. Penetapan tersebut setelah Kejari Klungkung melakukan gelar perkara di Kejati Bali, Rabu (2/7) kemarin. Dari 15 tersangka, 9 di antaranya adalah para pejabat di tim sembilan saat itu, dimana ketuanya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Klungkung Ketut Janapria. Sementara sisanya adalah para makelar tanah dan penjual tanah negara, yang sebelumnya menguasai lahan di areal itu. Demikian disampaikan Kajari Klungkung Totok Bambang Sapto Dwijo saat ditemui di ruangannya, Kamis (3/7).

Totok mengatakan pengadaan tanah tersebut untuk akses jalan menuju dermaga dan areal lahan Dermaga Gunaksa. Pengadaan tanah itu, menghabiskan anggaran Rp 17 miliar lebih seluas 12 hektar lebih. Penetapan 15 tersangka itu terkait dengan berbagai bentuk penyimpangan. Di antaranya penyimpangan keputusan penetapan harga tanah, kemudian pengadaannya yang dinilai tidak sesuai prosedur yang diatur dalam peraturan presiden Nomor 36 tahun 2005. “Ketua tim sembilan saat itu adalah Sekda,” kata Totok didampingi, Kasi Intel Suhadi dan Kasi Pidsus Made Pasek.

Totok menolak menjelaskan, siapa saja pejabat dan mantan pejabat dalam tim sembilan itu. Namun, dari data hasil investigasi Bali Post, sesuai dengan dokumen Keputusan Bupati Klungkung Nomor 261 Tahun 2007, tentang pembentukan panitia pengadaan tanah, bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum di Kabupaten Klungkung, tim sembilan itu, antara lain; Sekda Ketut Janapria sebagai ketua tim, Asisten I Bidang Pemerintahan sebagai Wakil Ketua, Kepala Kantor Pertanahan Klungkung sebagai Wakil Ketua II, Kasi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah pada Kantor Pertanahan sebagai Sekretaris I, Kepala Bagian Pemerintahan sebagai Sekretaris II, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala Bappeda dan Kepala Badan Pendapatan sebagai anggota tim. Tim ini ditetapkan pada 7 Agustus 2007 oleh Bupati saat itu, Wayan Candra.(bagiarta/balipost)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.