Peduli sesama, Bupati Suwirta Bantu Korban Bencana dan Keluarga Miskin

Standard

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengunjungi korban bencana tanah longsor, jumat (20/12) malam. Bupati didampingi Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta mengunjungi Made (Jero) Asrini (22) yang menjadi korban tanah longsor dibelakang warung milik mertuanya, Gusti Ayu Jelantik di Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Longsoran tersebut akibat hujan deras yang melanda wilayah Klungkung sejak sore hari hingga mengakibatkan tembok warung yang ditempatinya ambruk dan menimpa dirinya yang sedang berada ditengah warung. Korban berhasil dievakuasi sekitar 30 menit kemudian dan langsung dilarikan ke RSUD Klungkung. Korban mengalami luka memar dibahu kanan, memar pada kaki dan luka robek pada telinga. Menurut penuturan kerabat korban, Gusti Lanang, kejadiannya sekitar pukul 16.00 wita akibat hujan deras yang terjadi. “Korban berhasil dievakuasi sekitar 30 menit kemudian dan langsung dilarikan ke rumah sakit,”terang Gusti Lanang. Mendapat laporan terjadinya bencana, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta langsung meninjau lokasi bencana di Desa Selat, Kecamatan Klungkung. Disini, Bupati melihat langsung kerusakan yang terjadi. Seusai melihat-lihat kondisi warung dari dekat, Bupati Suwirta langsung menuju RSUD Klungkung untuk melihat kondisi terakhir korban. Sesampainya di sal A, RSUD Klungkung, Bupati Suwirta langsung melihat korban dan berbincang-bgincang perihal terjadinya kejadian yang menimpa korban Made Asrini. Selain mengunjungi korban bencana, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menyambangi keluarga miskin, Wayan Merta (43) di banjar Timbrah, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, minggu (22/12) kemarin. Dengan jumlah anggota keluarga sebanyak tujuh orang, keluarga Wayan Merta hidup ditengah tegalan dan tidur berhimpitan pada rumah berdinding bedek (anyaman bambu) berukuran sekitar 3×5 meter. Disini, Bupati Suwirta berbincang-bincang dengan keluarga Wayan Merta dan anak-anaknya sembari menyemangati anak Wayan Merta untuk rajin dan giat bekerja. Menurut Bupati, \bantuan berupa sembako maupun lainnya tersebut merupakan stimulus yang sifatnya sementara. Untuk itu, Bupati ingin merubah stimulus ini agar perlahan-lahan bisa terlepas dari ketergantungan dengan memberikan pelatihan keterampilan melalui program-program sosial maupun program lainnya. “Sekarang kita coba pelan-pelan dengan konsep yang beda bahwa edukasi masyarakat jauh lebih penting dibandingkan kita hanya sekedar memberikan bantuan,”jelas Bupati Suwirta (humas klungkung).

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.