Kantor Desa Batuagung Ditutup Perbekel Perintahkan Pegawai Mogok

Standard

Negara (Bali Post) –
Kantor Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana tutup dan seluruh pegawai diminta untuk tidak masuk, Senin (30/7) kemarin, padahal bukan hari libur. Akibatnya, pelayanan bagi warga di sembilan banjar terhambat di awal pekan kemarin. Menurut informasi, aksi mogok kerja ini dilakukan atas perintah Perbekel Batuagung Gusti Made Parnawa lantaran para pegawai merasa tidak nyaman bekerja lantaran teror kasus Prona tahun 2009.
Bahkan, Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan,
kemarin nampak turun tangan menenangkan pegawai. Wabup berharap, apa pun permasalahan yang dihadapi hendaknya pelayanan tetap dilaksanakan dengan baik. Dalam bertugas, ada risiko dan semuanya harus dihadapi tanpa harus mengesampingkan pelayanan. Kembang meminta agar kantor segera dibuka dan pelayanan dilakukan kembali. Sejumlah staf hingga kaur desa tidak berada di kantor dan pintu kantor dalam
keadaan tutup. Mereka mengaku kewalahan mendapatkan
teror dari oknum-oknum warga yang memasalahkan Prona
di Batuagung. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini mencuat ke permukaan dan masih dilakukan penyelidikan dari Polres Jembrana

Sejumlah saksi yang terlibat beberapa kali dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Aksi mogok ini berdampak
pada pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang pada
awal pekan kemarin membutuhkansurat-surat administrasi.
Seperti Dewa Komang Sudana yang kecewa tidak bisa mengurus surat untuk mertuanya yang sakit akibat para staf mogok.
Warga lain, I.B. Arnawa alias Gus Gogo menilai seharusnya
setiap persoalan diantisipasi dalam situasi apa pun. Kantor desa tidak perlu ditutup, apalagi hal ini terkait pelayanan publik. Menurutnya, tindakan ini justru mencoreng citra Desa Batuagung. Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan turun tangan ke kantor desa. Mendapati kantor desa tutup, Wabup Kembang langsung memanggilCamat Jembrana Wayan Sudana dan Perbekel Batuagung Gusti Made Parnawa. Sementara itu, Perbekel
Batuagung Gusti Made Parnawa membenarkan dirinya memang
meminta staf dan kaur desa untuk tidak masuk kantor kemarin dan menyarankan beristirahat. Hal ini sengaja dilakukan supaya masyarakat desa mengetahui bahwa perpersoalan Prona telah membuat pegawai kecil menjadi korban. Apalagi menurutnya, ada
oknum-oknum yang berusaha memenjarakan mereka karena
masalah Prona. Sejak munculnya persoalan Prona dan diperiksa polisi, pihaknya mengaku tidak tenang bekerja. Bahkan, ada salah
satu klian yang sakit gara-gara persoalan tersebut. ‘’Kalaupun
kami disalahkan, kami sudah mau kembalikan dana mereka,
bahkan kami sampai menyembah-nyembah agar masalah ini
diselesaikan di desa saja,” terang dia. Memang bila ada yang
memfasilitasi, pihaknya akan membuka pelayanan kepada
masyarakat. Sekretaris Desa Batuagung I.B. Sumberada mengaku, setelah diperintahkan camat siang kemarin, pukul 11.30, dia sudah membuka pintu kantor dan memberikan pelayanan. “Tadi pagi kami sudah ngantor, tapi perbekel menyuruh menutup lagi,” tukasnya.

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.