Ketua KPPU Soroti Ekonomi Bali Orang Bali Hanya Jadi Penonton

Standard

PERTUMBUHAN ekonomi Bali yang tercatat di atas enam persen bukan suatu yang membanggakan. Sebab, tingginya angka pertumbuhan itu hanya dirasakan segelintir orang. ”Pemerintah jangan terlalu bangga dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai, karena masyarakat lokal Bali hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan itu,” ujar Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Ir. Tadjuddin Noer Said dalam Forum Jurnalis dan Ramah Tamah, Kamis (24/5) kemarin.
Menurutnya, kondisi tersebut akibat dari masyarakat lokal belum mampu berpartisipasi dalam peluang usaha yang ada, karena adanya serbuan pengusaha besar yang cenderung mematikan pengusaha kecil. ”Kita semua tahu hampir separuh lahan usaha di Bali dimiliki orang luar, bukan milik orang lokal. Tentunya, apa yang dihasilkan ikut terserap keluar,” katanya.
Dikatakannya, Pemerintah Provinsi Bali perlu melakukan intervensi terhadap usaha-usaha besar di Bali untuk melindungi usaha kecil yang dominan dilakoni masyarakat lokal, sehingga terjadi simbiosis yang saling menguntungkan. ”Sudah waktunya gubernur/bupati melakukan upaya untuk memecahkan permasalahan itu dan dibuat dalam peraturan daerah yang memungkinkan tidak mematikan usaha besar dan usaha kecil,” sebutnya.
Disebutkan, sejumlah negara mewajibkan usaha besar memakai barang dan jasa usaha kecil. Antara lain, produksi kendaraan yang mana suku cadangnya dibuat industri rumah tangga. ”Ini akan menghidupkan semua pihak. Seyogianya Indonesia yang memiliki falsafah gotong royong mampu mendesain ekonomi yang mana usaha besar tidak mematikan yang kecil dan yang kecil tidak mengganggu yang besar,” tandasnya. (kmb27)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.