Anak Pedagang Kecil Raih Nilai UN Tertinggi

Standard

Kalau seorang siswa yang mampu meraih prestasi akademik tertinggi seperti hasil ujian nasional (UN) dari keluarga yang berkecukupan, bukanlah sesuatu yang luar biasa. Orang pasti akan berkata, prestasi itu pantas diraih karena ditopang dengan berbagai fasilitas. Akan tetapi, kali ini justru yang mampu meraih prestasi tersebut adalah seorang anak pedagang kecil bernama Ni Putu Tamara Bidari Suweta (15). Tamara adalah anak pertama pasangan I Wayan Mudana Suweta dengan Ni Wayan Rapiarini. Ayahnya seorang desain interior dan ibunya seorang pedagang kecil di Desa Darmasaba. Alumnus Sekolah Dasar Negeri 22 Dauhpuri, Denpasar ini, Sabtu (2/6), langsung menerima bonus Rp 400 ribu dari komite sekolah, atas prestasinya yang sempurna tersebut. Menariknya lagi, Tamara tidak pernah menduga kalau dirinya mampu mengukir sejarah sebagai siswa peraih nilai UN tingkat SMP tertinggi di tingkat nasional. ”Terus terang saya terkejut saat diberi tahu teman-teman kalau nilai saya terbaik,” katanya dengan wajah yang ceria. Siswi SMPN 1 Denpasar yang dikenal pendiam dan cerdas ini, untuk kali pertama memecahkan rekor sebagai siswa pertama di SMPN 1 Denpasar meraih nilai UN sempurna yakni 40. Nilai 10 diraihnya untuk empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Sebab, baru pertama kali sekolah RSBI ini sukses mengantarkan siswanya meraih nilai UN terbaik I di Indonesia, dan mampu mengantongi nilai 10 di semua pelajaran. “Saya hanya ragu-ragu di Bahasa Inggris, karena dua soal yang belum yakin dia bisa jawab dengan benar. Namun dirinya mengaku yakin bisa mengukir nilai 10 di semua pelajaran,” katanya. Gadis remaja yang akrab dipanggil Putu Tamara ini juga mengaku suka main internet dan membaca buku dan majalah. Sekarang ini pun ia kayak artis, karena banyak diwanwancarai wartawan media cetak dan elektronik. Tamara ingin secepatnya bisa bertemu Presiden bersama siswa pintar lainnya. ”Biar pernah bertemu Bapak Presiden RI,” ujarnya. Ditanya soal melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, Tamara ternyata sudah menentukan studi lanjut di SMAN 4 Denpasar sekolah RSBI, yang siswanya mampu meraih rangking tiga di UN secara nasional. Alasan Tamara, yang masuk tim OSN Matematika Bali ini lebih cocok belajar di SMA 4, untuk memuluskan cita-citanya ingin menjadi dokter. Tamara pun bercerita soal cara belajar untuk mampu meraih prestasi sempurna seperti sekarang. Gadis kelahiran 1 Maret 1997 inipun mengatakan, kalau soal belajar tidak jauh berbeda dengan siswa lainnya. Hanya saka kunci keberhasilannya saat UN adalah belajar lebih fokus dan berdoa. “Belajar pun tak perlu dipaksakan, kapan ada mood belajarnya bisa fokus. Namun dari segi kauntitas, jam belajar saya bisa mencapai 11 jam per hari. Di sekolah belajar enam jam, ditambah dua jam saat les sore di sekolah. Tambahan lagi dua jam di tempat les dan satu jam di rumah sudah cukup,” katanya. Tamara bukanlah satu-satunya siswa SMPN 1 Denpasar yang pintar, namun masih ada 10 siswanya yang meraih prestasi terbaik tingkat nasional, sehingga prestasi ini juga mengundang kecurigaan sejumlah pihak. Namun, Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs AA Gede Rimbya Temaja MAg, mengaku tak perlu menanggapi kecurigaan tersebut, lantaran sekolahnya sudah empat kali meraih UN tertinggi di nasional. Bahkan menurutnya, untuk kelas IX A, di mana 11 siswanya yang meraih peringkat terbaik nasional adalah kelas unggulan dengan kecerdasan yang hampir merata. Makanya tahun ini dia berharap seperti tiga tahun lalu, siswa terbaik diberi kesempatan berdialog dengan Presiden. Rimbya Temaja mengatakan, target rata-rata UN SMPN 1 Denpasar tahun 2012 ini hanya dipatok 9,42, namun kenyataannya terealisasi 9,65. Isimewanya lagi, selain tertinggi I nasional dalam rata-rata UN sekolah, 307 diraih dengan nilai 10 oleh 238 siswanya. Berarti ada siswa yang mendapat nilai 10 di dua mata pelajaran. Makanya saat ini komite mengeluarkan dana Rp 30 juta lebih untuk bonus bagi siswa berprestasi ini.

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.