Pertanian di Klungkung APBD Minim, Berharap Banyak dari Pusat

Standard

Semarapura (Bali Post) –
Sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan cenderung dianaktirikan di Nusa Penida. Keseriusan Pemkab Klungkung menggarap sektor ini hanya prioritas pada program dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan jangka panjang (RPJP) Pemkab Klungkung. Sayang, komitmen itu tak diikuti kebijakan anggaran yang memadai melalui APBD.

Minimnya anggaran dari APBD, mengharuskan sektor ini menaruh harapan lebih banyak dari pemerintah pusat. Salah satunya dari dana alokasi khusus (DAK). Hal ini diakui Kepala Dinas pertanian, perkebunan dan kehutanan (Distanbunhut) Klungkung, Wayan Muliarta. Dia mengaku menyadari, anggaran yang dialokasikan melalui APBD ke pertanian, perkebunan dan kehutanan tidak banyak. Mengingat, keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Klungkung secara umum. “Namun, kami tetap merancang sejumlah program. Berharap, program itu bisa terlaksana dengan bantuan anggaran dari APBN (pusat). Salah satunya DAK,” tandas Muliarta.

Dikatakannya, DAK yang diterima tahun ini sekitar Rp 3,7 miliar. APBD Klungkung tahun 2011 hanya mengalokasikan anggaran Rp 400 juta lebih. Jumlah itu naik sekitar Rp 100 juta dari yang dialokasikan semula (sebelum dilakukan pembahasan hingga RAPBD ketok palu). “Memang, jumlah dana APBD dan DAK masih belum cukup untuk melaksanakan seluruh kegiatan mencakup pertanian, perkebunan dan kehutanan. Tetapi, berapa pun diberi mesti disyukuri,” katanya seraya menyebutkan beberapa program yang masih dijalankan hingga saat ini, salah satunya penghijauan beberapa luas lahan kritis.

Anggota DPRD Klungkung, A.A. Gde Agung Bagus, Rabu (16/2) kemarin, menyebutkan program prioritas tanpa kebijakan anggaran yang juga prioritas, semuanya hanya omong kosong dan mustahil. Menurut dia, tidak jelasnya komitmen di bidang pertanian, secara langsung akan menggagalkan program clean and green (bersih dan hijau) yang diprogramkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Karena, pertanian dalam arti luas sangat dekat kaitannya dengan program bersih dan hijau tersebut. “Apalagi pertanian merupakan sektor penyumbang devisa terbesar dan sektor yang berfungsi sebagai wadah penciptaan lapangan pekerjaan. Sudah seharusnya pertanian dijadikan prioritas utama. Tentunya diikuti tindakan nyata,” tandasnya. (kmb20)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.