RAPBD Klungkung 2011 Dikebut

Standard

Semarapura (Bali Post) -Seperti terjadi tahun sebelumnya, penyampaian RAPBD Klungkung tahun 2011 ke DPRD lagi-lagi terlambat. Bahkan, gara-gara keterlambatan itu, Klungkung sempat ditegur Gubernur. Akibatnya, pembahasan RAPBD Klungkung 2011 terpaksa harus dikebut karena harus ketok palu hari ini, Senin (14/2).

Dampaknya, hari Sabtu dan Minggu, para pejabat di Klungkung harus tetap rapat. Entah, apakah memang betul-betul berniat segera menuntaskan RAPBD atau sekadar ingin dapat simpati masyarakat, bahwa pejabat juga tetap bekerja meski hari libur bagi PNS. “Ya, terpaksa harus begini. Malu kan terlambat terus. Apalagi Gubernur juga sudah mengingatkan,” tandas Sekda Klungkung Ketut Janapria usai rapat bersama anggota DPRD, Minggu (13/2) kemarin.

Ironisnya, ketika dalam pembahasan, persoalan yang dibahas juga tak berkembang. Dari enam bidang yang diagendakan (PU, Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Perhubungan dan Perindag) pada rapat gabungan pertama (Kamis, 10/2) lalu, ternyata yang dibahas hanya satu bidang, yakni PU. Itu pun tidak tuntas. Rapat kedua (Jumat, 11/2) juga tak berubah. Pembahasan hanya berkutat pada besarnya tunjangan perumahan anggota DPRD, pengadaan mobil dan perjalanan dinas (eksekutif-legislatif) serta pergeseran anggaran dari proyek satu ke proyek lain. Termasuk, penggeseran anggaran untuk proyek milik wakil rakyat.

Sebelumnya, beberapa anggaran yang dibahas di antaranya tunjangan perumahan anggota DPRD Rp 9 juta/bulan. Beberapa anggota dewan mengusulkan dirasionalisasi. Begitu juga pengadaan mobil dan perjalanan dinas, baik pejabat eksekutif maupun legislatif yang dinilai terlalu besar tetapi tak menyentuh kepentingan rakyat. Juga, usulan pengurangan dana proyek Pasar Galiran yang dirancang Rp 15 miliar karena dikhawatirkan mubazir, sebagaimana anggaran Rp 10 miliar tahun 2010 lalu. (kmb20)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.