BPD KLUNGKUNG DIOBOK-OBOK MALING

Standard

Semarapura (Bali Post) –

Maling kini semakin berani dalam melakukan aksinya. Mereka tidak hanya berbuat di kawasan yang sepi, juga di samping kantor polisi. Bankan, ada kecenderungan intensitas pencurian menyasar perkantoran dan rumah sepi di Klungkung terus meningkat. Belum kelihatan langkah nyata kepolisian mengungkap pelakunya selama ini, bisa jadi sebagai salah satu faktor penyebab. Kini, pencurian menyasar Kantor BPD Cabang Klungkung yang lokasinya berdampingan dengan Mapolsektif Klungkung, Rabu (2/2) lalu.

Pada hari yang sama, pencurian juga terjadi di rumah milik Dewa Putu Suci Agung (39) di Banjar Kangin, Satra, Klungkung. Sebelumnya, pencurian menyasar kantor terjadi di Bagian Hukum dan HAM Setda Klungkung. Sebuah laptop dinas milik Kepala Bagian Hukum dan HAM, Wayan Tika, hilang. Juga di SMP Hasanudin Klungkung.

Di sekolah ini, laptop seorang guru juga hilang. Sedangkan pencurian menyasar rumah kosong (saat penghuninya bekerja), terjadi di Jalan Arjuna, Gang Baladewa I, Semarapura Klod Kangin, Senin (31/1) lalu. Korbannya Nengah Suwitra (51), seorang pedagang sembako. Pencurian itu menyebabkan Suwitra kehilangan 80 gram perhiasan emas berbagai jenis. Kasusnya, masih ditangani polisi.

Kapolsektif Klungkung, AKP Dewa Arthana, belum bisa dimintai konfirmasi terkait kasus pencurian itu, Kamis (3/2) kemarin. Yang bersangkutan tak masuk kantor, mengingat kemarin hari libur.

Sementara itu, berdasarkan laporan polisi di SPK Mapolres Klungkung menyebutkan, pencurian di kantor BPD Klungkung diketahui pukul 14.30 wita, Rabu (2/2). Ruang kerja Wakil Kepala BPD, Ketut Ardana (51), diobok-obok pencuri.

Laptop milik Ardana hilang sehingga yang bersangkutan mengalami kerugian Rp 5 juta. Kasusnya juga dilaporkan ke Mapolsektif Klungkung. Pencurian, terjadi saat Ardana meninggalkan ruang kerja untuk istirahat siang. Karyawan BPD, I.A. Tresna Asih, dan Satpam BPD, Dewa Alit Putra, dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Pencurian di rumah Dewa Putu Suci Agung diketahui pukul 16.00 wita. Saat itu, pemilik diler motor di daerah Gianyar itu baru pulang kerja. Dia menemui rumahnya berantakan. Pakaian di kamarnya juga acak-acakan. Setelah dicek, 1.700 keping uang kepeng yang ditaruh di atas lemarinya hilang. Sebuah handphone yang diperkirakan seharga Rp 1,9 juta juga raib dari tempatnya. Kasus itu dilaporkan ke Mapolsektif Klungkung. Sebagai langkah awal penyelidikan, setidaknya dua saksi dimintai keterangan yakni Gusti Ketut Sadia dan A.A. Trisnawati. (kmb20)

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.