Mengenal dasar-dasar hari suci

Standard

Setiap agama memiliki hari suci. Hari suci mempunyai arti khusus dan istimewa bagi umatnya. Begitu juga umat hindu yakin bahwa setiap hari suci adalah hari yang baik untuk melakukan kegiatan dan upacara keagamaan (yadnya). Hari yang memiliki pengaruh baik atau positif sehingga upacaa akan berlangsung baik sesuai dengan harapan.

Hari suci adalah hari yang diistimewakan dan disucikan oleh umat hindu. Hari suci disebut juga hari raya atau rerahinan. Hari suci sebagai hari istimewa, biasanya dipilih oleh umat untuk melaksanakan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi  dan manifestasi-Nya. Selain untuk melaksanakan kegiaan upacara keagamaan pada hari suci juga dipakai sebagai saat yang baik untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Hari suci agama hindu diyakini sebagai hari yang baik sehingga dirayakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perhitungan baik buruknya hari disebut wariga. Wariga artinya jalan menuju yang mulia. Didalam wariga akan dapat dipelajari hal-hal seperti : wewaran, wuku, sasih dan penanggal Panglong.

Hari baik dan bulan baik diyakini akan mempengaruhi kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh umat. Maka setiap umat berusaha untuk megetahui dan memahami hari dan bulan baik kita harus memahami dan mengetahui wewaran, wuku dan sasih.

Wewaran.

Wewaran dipakai sebagai pedoman menentukan hari baik dan hari buruk untuk melakukan kegiatan upacara yadnya. Wewaran ada sepuluh (10 ) yaitu

Ekawara               = luang

Dwi wara             = menga, pepet

Tri wara                = Pasah, beteng, kajeng

Catur wara          = sri, laba, jaya, menala

Panca wara         = umanis, paing, pon, wage, kliwon

Sad wara              = tungleh, aryang, urukung, paniron, was, maulu

Sapta wara          = redite, soma, anggara, buda, wrespati, sukra, saniscara

Asta wara            = sri, indra, guru, yama, ludra, brahma, kala, uma

Sanga wara         = dangu, jangur, gigis, nohan, ogan, erangan, urungan, tulus, dadi

Dasa wara           = pandita, pati, suka, duka, sri, manuh, manusa, raja, dewa, raksasa.

Wuku.

Wuku artinya ruas. Wuku lamanya tujuh hari, dimulai dari  hari minggu (redite) dan berakhir pada hari sabtu (saniscara). Wuku memegang peranan penting yang menentukan hari suci atau rerainan. Wuku ada 30 (tiga puluh), yakni sinta, landep, ukir, kulantir, tolu, gumbreg, wariga, warigadean, julungwangi, sungsang, dungulan, kuningan, langkir, medangsia, pujut, pahang, krulut, merakih, tambir, medangkungan, matal, uye, menail, perangbakat, bala, ugu, wayang, klawu, dukut, watugunung.

Satu wuku lamanya 7 hari atau satu minggu. Sehingga satu tahun wuku lamanya 7 x 30 = 210  hari, sama dengan tujuh bulan masehi, urutan wuku tidak boleh ditukar tempatnya.

Sasih.

Sasih artinya bulan. Sasih disebut juga masa. Umur masing-masing sasih adalah 29 atau 30 hari. Tepatnya 29 hari, 12 jam, 49 menit dan 9 detik. Sehingga satu tahun adalah 354 1/3 hari. Ini disebut perhitungan tahun saka. Satu tahun terdiri dari dua belas (12) sasih. Sasih dapat dipakai untuk pedoman menentukan keadaan iklim yang terjadi pada waktu itu. Misalnya sasih kedasa sampai dengan sasih ketiga adalah musim panas sedangkan pada sasih kapat sampai dengan sasih kesanga adalah musim hujan.

Nama-nama sasih, bulan masehi dan bulan saka

Nomor Nama sasih Bulan masehi Bulan saka
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Kasa

Karo

Katiga

Kapat

Kalima

Kanem

Kapitu

Kawulu

Kasanga

Kadasa

Desta

sada

Juli

Agustus

September

Oktober

Nopember

Desember

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Srawana

Badrawada

Asuji

Kartika

Margasira

Posya

Magha

Palguna

Caitra

Waisaka

Jyesta

asadha

Untuk memudahkan mengingat nama sasih dan nama bulan masehi dapat dipakai pedoman angka-angka pada jarum jam. Caranya dengan melihat angka pada dua sisi jam yang lurus misalnya angka 12 pada sisi atas jam akan lurus dengan angka 6 pada sisi bawah, maka bila angka 12 adalah sasih maka angka 6 adalah bulan masehi. Sehingga angka 12 adalah sasih sada dan angka 6 adalah bulan juni kalau dibalik angka 12 adalah bulan masehi maka angka 6 adalah sasih kenem. Begitu seterusnya sehingga kalian mudah untuk mengingatnya.

Penangggal panglong.

Penanggal dan panglong juga dipakai untuk menentukan bulan baik untuk melakukan kegiatan keagamaan. Penanggal adalah hari-hari setelah tilem. Hari pertama setelah tilem disebut penanggal apisan, hari kedua penanggal kalih dan seterusnya sampai penanggal ping pat belas disebut purwani. Purwani yaitu sehari sebelum purnama. Pada penanggal ping molas atau lima belas (15) disebut purnama.

Panglong adalah hari-hari setelah purnama. Hari pertama setelah purnama disebut panglong apisan begitu seterusnya sampai pada panglong ping pat belas disebut purwani. Purwani sehari sebelum tilem. Panglong ping limolas  atau lima belas (15) disebut Tilem

Siapa yang sujud dan bakti pada-Ku dengan persembahan setangkai daun,sekuntum bunga,sebiji buah-buahan atau seteguk air, aku terima sebagai bakti persembahan dari orang-orang yang berhati suci.Bh.G.IX.26

Purnama adalah saat bulan bulat dan terang benderang. Tilem adalah bulan mati saat gelap karena bulan tidak tampak. Dari purnama mencari tilem lamanya lima belas hari, dari tilem mencari purnama juga lamanya lima belas hari. Purnama disebutkan sebagai hari beryoganya Sang Hyang Wulan atau Sang Hyang Candra sedangkan tilem adalah hari beryoganya Sang Hyang Surya. Purnama dan tilem adalah hari suci atau rerainan yang harus dimanfaatkan oleh umat untuk melakukan penyucian diri dengan menghaturkan wangi-wangian, canang dan sembahyang memuja para dewa. Purnama dan tilem juga dipakai sebagai hari baik untuk melaksanakan kegiatan keagamaan.

About goeswid

saya orang klungkung yang selalu ingin mencoba dan mencoba untuk mengisi diri, namun tetap masih ketinggalannnnnnn

Comments are closed.