Quote

Permasalahan Tuntas, Bupati Suwirta Serap Aspirasi Pedagang Pasar Kusamba.

Kisruh pedagang pasar Kusamba pasca direlokasi ke gedung baru akhirnya selesai berkat dialog bersama Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Minggu(27/11). Bertempat dirumah Jabatan Bupati Klungkung, puluhan para pedagang lancuban ini mengadu kepada Bupati Nyoman Suwirta pasca direlokasi dan pengundian tempat berjualan.

Pada pertemuan itu sebagian besar pedagang mengeluhkan lokasi berjualan yang baru dan berharap agar diijinkan berdagang didepan pasar seperti yang diutarakan Nengah Lutra, Lanus dan Jro Kartika. Selain berharap bisa tetap berjualan di depan gedung pasar Jro Kartika juga menduga ada lima pedagang lancuban baru yang memiliki tempat berjualan didalam gedung, padahal lokasi berjualan untuk pedagang lancuban adalah diluar gedung.

Pedagang lancuban lainnya Wayan Keneng berharap luas area masing masing pedagang lancuban agar diperluas lagi, sedangkan Kadek Narmini mengeluhkan ada seorang pedagang yang memiliki lebih dari satu lokasi berdagang.

Atas semua laporan itu Bupati Nyoman Suwirta berjanji akan menindaklanutinya. Lima pedagang lancuban baru yang mendapat tempat di dalam pasar dan adanya pedagang yang memiliki lebih dari satu tempat berjualan akan langsung diselidiki, dan jika ternyata benar maka ijin berdagang didalam pasar kepada ke lima pedagang ini akan ditarik kembali. “Kami akan menerjunkan Inspektorat untuk menyelidiki dugaan kecurangan ini, jika benar terjadi kecurangan, ijin lokasi berdagang lima pedagang itu akan cabut kembali, bahkan jika ada orang pasar ikut bermain pun akan dikenakan sangsi,” tegas Bupati Nyoman Suwirta.

Sedangkan permohonan pedagang untuk dapat berjualan di depan pasar, untuk sementara akan diberi kebijakan mengingat pelataran selatan untuk para pedagang lancuban masih diperbaiki. Namun jika perbaikan telah selesai, maka pedagang lancuban harus pindah ke pelataran selatan, mengingat area depan pasar akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir. “Sementara kami ijinkan berjualan didepan pasar, namun jika pelataran selatan telah selesai kami meminta pengertian bapak/ibu untuk pindah keselatan, ini demi kenyamanan dan ketertiban bersama,” ujar Bupati Nyoman Suwirta.
Untuk luas tempat masing masing pedagang lancuban, Bupati Nyoman Suwirta meminta para pedagang agar bersyukur, karena dibandingkan dengan pedagang lancuban pasar galiran, tempat berdagang lancuban di pasar kusamba malah lebih luas.

Dalam paparannya, Bupati Suwirta juga mengatakan kedepan pada tahun 2017 pasar Kusamba akan terus dibenahi. Mulai dari pengaspalan area parkir, penataan taman, hingga pembuatan atap kanopi di pelataran selatan sehingga para pedagang lancuban berdagang ditempat teduh. “Tidak sampai disini saja, nantinya pasar kusamba akan terus kami tata, dari pengaspalan area parkir, pertamanan hingga kanopi supaya bapak ibu berjuallan tidak kepanasan atau kehujanan,” ujar Bupati Nyoman Suwirta disambut riuh tepuk tangan para pedagang.

Dalam pertemuan itu Bupati Suwirta turut didampingi Kadiskoperidag I Gede Kusuma Jaya dan Kepala UPT Pasar Komang Widyasa Putra serta beberapa petugas pasar Kusamba.(*)

Permasalahan Tuntas, Bupati Suwirta Serap Aspirasi Pedagang Pasar Kusamba.

Advertisements
Quote

Tanggap Situasi Bencana PMI Klungkung Gelar Pelatihan.

Bencana memang tak bisa diprediksi, untuk itu masyarakat diharapkan selalu dalam keadaan siaga. Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai salah satu lembaga sosial yang mempunyai tugas Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana, Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan, Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, terus berusaha meningkatkan pelayanannya.

Guna dapat membantu masyarakat disaat terjadi bencana alam, PMI menggelar kegiatan Penanggulangan Bencana. Kegiatan simulasi dilaksanakan di Pantai Lepang, sedangkan untuk Penanganan korban diadakan di Balai Subak Lepang, Desa Takmung Kec. Banjarangkan Sabtu (26/11).

Kegiatan dihadiri Ketua PMI Kabupaten Klungkung I Made Kasta, Sekretaris PMI Ngakan Made Mintu, Ketua Dekopinda Kabupaten Klngkung Ngakan Made Nata beserta seluruh kader PMI Kabupaten Klungkung.

Sekretaris PMI Kabupaten Klungkung Ngakan Made Mintu menyampaikan Kegiatan Penanggulangan Bencana ini berpusat kepada Korban Bencana Alam Tsunami. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader PMI agar bisa tanggap terhadapat bencana alam yang terjadi nantinya. Para Kader yang ikut pada kegiatan ini sudah melakukan pelatihan sebelumnya selama 5 hari dari tanggal 22 sampai 26 Oktober yang merupakan penerapan dari Pelatihan yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Ngakan Made Mintu dalam evaluasi mengatakan, bahwa masih banyak kekurangan dari Kegiatan Penanggulangan Bencana Alam kali ini, diantaranya Belum efektifnya Penanganan terhadap Korban bencana belum bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan pada saat kegiatan berlangsung agar kedepan menjadi lebih baik. Ngakan Made Mintu berharap setiap bulan minimal 1 bulan para Kader mengadakan pertemuan untuk membahas tentang materi PMI, agar bisa terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih baik lagi diantara para kader PMI.

Ketua PMI I Made Kasta menyampaikan bahwa untuk kegiatan pelatihan penanggulangan kali ini mengambil tema Penanggulangan Bencana Alam Tsunami.

Pihaknya berharap, nanti bisa diadakan latihan gabungan bersama antara PMI, POLRI, TAGANA, BPBD dan Instansi terkait tentang penanganan bencana. Hal ini dilakukan mengingat Bencana alam tidak bisa diketahui kapan datang dan perginya. “Maka dari itu, mari bersiap-siap agar dapat memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan andaikata bencana alam terjadi” pinta Wabup Made Kasta.(*)

Tanggap Situasi Bencana PMI Klungkung Gelar Pelatihan.

Quote

Rapat Koordinasi percepatan pembangunan Nusa Penida bersama 8 Kementerian yg dipimpin langsung Bapak Gubernur Bali,sambil melihat langsung Potensi dan permasahan pulau Nusa Penida dengan 5 status

( KKP,KSPN,WILAYAH SUMBER BIBIT SAPI BALI,PULAU TERLUAR DAN PULAU KECIL).

Tempat : Kapal Bounty Cruise

np1 np2 np3 np4 np5 np6

Rapat Koordinasi percepatan pembangunan Nusa Penida bersama 8 Kementerian

Quote

PEMERINTAH KAB. KLUNGKUNG GELONTORKAN BANTUAN KEPADA DESA PEKRAMAN DAN SUBAK.

Guna memperkuat dan melestarikan adat dan budaya di Kabupeten Klungkung, pemerintah kabupaten Klungkung memberikan bantuan kepada Desa Pakraman, Subak sawah dan subak Abian se- Kabupaten Klungkung. Penyerahan bantuan tersebut diserahkan langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di Wantilan Pura Jagatnata, jumat (25/11).

Acara yang dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata I Wayan Sujana, Ketua Parisadha Hindu Dharma Bali I Ketut Suartana Camat Klungkung I Komang Gde Wisnuadi, Ketua MMDP I Ketut Rupia, Kepala Subag Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Klungkung I Wayan Gunarta.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata I Wayan Sujana menyatakan Bantuan yang diserahkan Pemerintah Kabupaten Klungkung kepada Desa Pekraman, Subak Abian, dan Subak Sawah se Kabupaten Klungkung antara lain, setiap Desa Pekraman mendapatkan bantuan Rp. 15.000.000,- , sehingga untuk 199 Desa Pekraman total Rp 1.785.000.000,00. Sementara untuk Subak Abian mendapatkan mendapatkan bantuan Rp.7.000.000,- sehingga total untuk 42 Subak Abian adalah Rp 294.000.000,00. Untuk setiap Subak Sawah mendapatkan bantuan 10.000.000,- sehingga Berjumlah total Rp 430.000.000,00 untuk 43 Subak Sawah. Dan uang tersebut sudah ditransfer ke masing-masing MADP se Kabupaten Klungkung, sumber dananya dari APBD Klungkung tahun 2016 .

Bupati Nyoman Suwirta meminta agar masyarakat Desa Khususnya para sekaa teruna untuk tetap menjaga tradisi adat istiadat pada saat Hari Raya Besar Umat Hindu sedang Berlangsung. Selain itu agar pecalang dilatih dengan lebih baik lagi dalam hal menjaga keamanan masyarakat, serta sering-sering diadakan pertemuan di Banjar untuk melatih pola pikir masyarakat. “Dengan menurunkan harga diri kita, biarkan orang lain yang akan menaikkan harga diri kita” ujar Bupati Nyoman Suwirta.

Selain itu selalu dijaga komunikasi dengan baik antara Pemerintah dan Adat, Umat Hindu, kalau komunikasi itu tak dijaga masyarakat akan hancur bukan karena umat lain, tetapi karena diri kita sendiri. Dalam Rangka menguatkan Umat Hindu, ekonomi, dan lain sebagainya jangan pernah menjelekkan agama lain, mari perkuat diri sendiri dan Pemerintah Kabupaten Klungkung siap mengawal menuju ke hal yang lebih baik lagi.

Acara turut Dihadiri Ketua MADP seKabupaten KLungkung, Ketua Forum Subak Sawah Kabupaten Klungkung I Wayan Kardana, dan Ketua Forum Subak Abian Kabupaten Klungkung I Nengah Karista, beserta Bendesa dan Klian Subak seKabupaten Klungkung.(*)

PEMERINTAH KAB. KLUNGKUNG GELONTORKAN BANTUAN KEPADA DESA PEKRAMAN DAN SUBAK.

Quote

HINDARI TERSENTUH BAHAYA NARKOBA, PNS DITES URINE

Terkait dengan pelaksanaan HUT KORPRI ke 71 pemerintah kabupaten Klungkung bekerjasama dengan pihak Badan Narkoba Kabupaten Klungkung (BNK) serta jajaran Polres Klungkung, menyelenggarakan tes urine bagi PNS sebagai rasa kepedulian PNS terhadap bahaya Narkotika. Acara tes urine ini dilaksanakan di balai Budaya Ida Idewa Agung Istri Kanya, Jumat (25/11).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya tes urine bagi PNS khususnya di kalangan eselon II dan III sebagai bentuk kepedulian pemerintah terkait dengan bahaya narkoba itu sendiri. Bupati Nyoman Suwirta juga mengajak para PNS agar tidak pernah menggunakan zat-zat terlarang tersebut. kegiatan tes urin ini untuk mengatisipasi pemakaian narkoba dikalangan PNS dan yang paling penting untuk meningkatkan kesadaran bagi para PNS untuk tidak menggunakan zat-zat terlarang, langkah yang diambil oleh pemerintah dengan langkah persuasif, karena dirasakan sangat efektif. “Ini dilakukan bukan untuk menakut-nakuti, namun untuk meningkatkan kesadaran para pengguna, betapa berbahayanya Narkoba tersebut,” jelas Nyoman Suwirta

Wakil Bupati Klungkung Made Kasta yang juga sekaligus sebagai Ketua Badan Narkoba Kabupaten Klungkung mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tes urine yang dilakukan kepada PNS khususnya eselon II dan III, masih ada sebanyak 33 orang PNS yang belum di tes urinenya karena tidak hadir. “bagi mereka yang tidak hadir akan dilakukan pemanggilan dan tes mendadak,” terang Made Kasta. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan semuanya negatif. Lebih lanjut Wabup Made Kasta berharap terkait pelaksanaan tes urine ini selain untuk mengetahui/memastikan bahwa stafnya tidak ada pemakai zat terlarang tersebut, dan juga kedepan bisa diciptakan Kabupaten Klungkung bebas

 

 

HINDARI TERSENTUH BAHAYA NARKOBA, PNS DITES URINE

Quote

Klungkung Gelar Jalan Santai Peringati HUT KORPRI ke 45 dan HUT PGRI ke 71.

Memperingati Hut Korpri yang Ke-45 dan Hut PGRI Ke-71 serta peringatan Hari Guru Tahun.2016, Pemkab Klungkung menggelar acara jalan santai Jumat (25/11). Ribuan peserta dilepas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Dandim 1610 Klungkung, Wakapolres Klungkung, Sekda I Gede Putu Winastra , Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Nyoman Mudarta bertempat di depan Puri Agung Klungkung. Ribuan peserta berasal dari seluruh PNS se-Kab Klungkung daratan dan para siswa setingkat SD, SMP dan SMA/SMK. Kegiatan ini mengambil tema Jalan Sehat bersama Korpri meneguhkan Netralitas dan meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara.

Kegiatan ini menempuh jarak +3 km, mengambil rute start dari depan Puri Agung Klungkung menuju simpang lima jalan Flamboyan, masuk ke jalan Jempiring menuju jalan Puputan, lanjut menuju kearah utara ke Catus Pata dan berakhir di Depan Puri Agung Klungkung. Seusai jalan santai, dilaksanakan juga kegiatan pemeriksaan Tes Urine bagi para PNS eselon 2 dan 3 oleh BNK Kabupaten Klungkung.

Bupati Nyoman Suwirta dalam mengatakan kegiatan tes urine ini untuk mengatisipasi pemakaian narkoba dikalangan PNS dan yang paling penting untuk meningkatkan kesadaran bagi para PNS untuk tidak menggunakan zat-zat terlarang, langkah yang diambil oleh pemerintah dengan langkah persuasif, karena dirasakan sangat efektif. “Tes urin ini dilakukan bukan untuk menakut-nakuti, namun untuk meningkatkan kesadaran para pengguna, betapa berbahayanya Narkoba tersebut,” jelas Nyoman Suwirta

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan dari artis lokal serta seniman lawak Denok Cs. yang kemudian dilanjutkan dengan pengundian puluhan hadiah menarik, berupa 5 buah payung, 5 buah tabung Gas 5KG, 3 buah kompor gas, 3 buah dispenser, 1 televisi, 6 buah kipas angin, 1 buah kulkas serta 2 buah Sepeda Gunung sebagai hadiah Utama.(*)

Klungkung Gelar Jalan Santai Peringati HUT KORPRI ke 45 dan HUT PGRI ke 71.

Quote

Wabup Kasta Pimpin Bakti Pengayar di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir

Serangkaian Pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir Desa Pakraman Sebudi Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem yang Puncaknya pada Rahina Purnama Kelima, Senin (14/11) lalu, Pemerintah Kabupaten Klungkung ngaturang Bakti Penganyar Rabu (23/11). Bakti penganyar dipimpin Wakil Bupati Klungkung Made Kasta didampingi Ny. Sri Kasta serta jajaran SKPD dilingkungan Kabupaten Klungkung.

Ida Bagus Made Bayu Patiputra selaku panitia wewantenan penganyar Pemkab Klungkung mengatakan, bakti penganyar ini wajib dilaksanakan selama Ida Bhatara katuran nyejer dalam upacara atau pujawali. Bakti penganyar ini sebagai wujud bakti umat kehadapan Ida Bhatara Bhatari utamanya Ida Bhatara yang berstana di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir. “Saat pujawali umat diwajibkan mempersembahkan segala baktinya kehadapan Ida Bhatara dengan satu harapan Ida Bhatara yang berstana disini selalu memberikan berkah. Bakti penganyar diawali dengan natab banten prayascita” kata Ida Bagus Made Bayu Patiputra.

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta bersama rombongan lainnya dari Pemkab Klungkung dan pemedek lainnya melaksanakan pesembahyangan bersama. Sebelum pesembahyangan, seluruh umat mengawali dengan melaksanakan Puja Trisandya. Persembahyangan berlangsung hikmad dipuput Ida Pedanda Made Tembau Griya Kulon Aan Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.

Seusai pesembahyangan, Wabup kasta juga menghaturkan punia yang diterima Penglingsir Pura Pasar Agung Giri Tolangkir Jero Mangku Gede Umbara. Ida Bathara Nyejer selama 11Hari dan akan disineb pada tanggal 25 November 2016 mendatang.

Setelah mengaturkan Bakti Pengayar di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir,Pemkab Klungkung juga mengaturkan Bakti Pengayar di Pura Kentel Gumi Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung, yang juga akan disineb pada tanggal 25 November 2016 mendatang.(*)

Wabup Kasta Pimpin Bakti Pengayar di Pura Pasar Agung Giri Tolangkir

Quote

Antisipasi Penyalahgunaan Internet, Klungkung Gelar Pelatihan Internet CAKAP

Internet menjadi salah satu jembatan komunikasi yang digunakan baik oleh pemerintah, pengusaha, karyawan, pelajar dan pengguna lainnya. Internet memberikan manfaat besar dalam peningkatan kwalitas kehidupan masyarakat dengan memberi kontribusi bagi peningkatan kecerdasan, kesejahteraan serta memberikan kemudahan mendapat informasi dan pengetahuan, bersosialisai melalui media sosial, berbisnis maupun hiburan. Namun maraknya situs dengan konten yang bermuatan negative serta kejahatan dunia cyber menimbulkan keprihatinan banyak pihak, apalagi pengguna terbesar internet adalah anak – anak dan remaja yang rawan terhadap penyalahgunaan internet, baik bisa sebagai korban maupun pelaku.

Maka untuk melindungi para pengguna internet aktif ini, kementerian Komunikasi dan informatika bekerjasama dengan Dishubkominfo Kabupaten Klungkung menggelar pelatihan Internet Cerdas Kreatif dan Produktif (Internet CAKAP) di Aula SMA Pariwisata Saraswati Klungkung (23/11). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang penggunaan internet secara positif, tidak hanya sehat namun juga cerdas kreatif dan produktif kepada generasi muda.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Septriana mengatakan melalui program ini para generasi muda pengguna internet akan didorong pemberdayaan Internet yang berdaya guna, bernilai tambah dan bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Septriana Tangkari juga menyampaikan rasa bangganya karena salah satu perwakilan Klungkung di ajang Duta Internet CAKAP 2016 yaitu Komang Novia Arsita Wijaya, terpilih sebagai Duta Internet CAKAP 2016 Terbaik Putri di tingkat Nasional. Kepada Komang Novia Arsita Wijaya yang juga sebagai narasumber kegiatan ini, diharapkan mampu menularkan pemanfaatan internet ke lingkungan sekitarnya serta masyarakat luas sehingga memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi internet.

Sementara itu Bupati Klungkung dalam sambutannya yang dibacakan Wabup Made Kasta mengatakan sangat menyambut baik terselanggaranya kegiatan ini. Menurutnya internet yang memiliki manfaat luar biasa namun juga bisa memberikan dampak negative yang besar pula. “Pelatihan ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menyiapkan SDM yang nantinya akan menularkan poengetahuannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat memberdayakan dan mengambil manfaat dari internet, bukan malah menjadi korban perkembangan teknologi nformasi dan komunikasi,”ujar Wabup Made Kasta.

Kepada Komang Novia Arsita Wijaya yang juga merupakan siswa SMAN 2 Semarapura, Wabup Kasta berpesan supaya menjadi agen perubahan pengguna internet yang cerdas, mampu memanfaatkan internet dengan tepat guna, aman sesuai etika, berbudaya dan norma yang berlaku. “Selain menjadi agen perubahan penggunaan internet yang tepat guna, Komang Novia Arsita Wijaya juga saya harapkan mampu menularkan penggunaan internet yang produktif dan kreatif dimana mampu menciptakan karya baru yang memberikan nilai tambah dan manfaat,” ujar Wabup Made Kasta.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 200 perserta yang berasal dari tingkat SMP dan SMA/SMK. Dalam pembukaan kegiatan ini turut hadir Kadisdikpora Nyoman Mudarta, Kadishubkominfo Nengah Sukasta, GM Telkom Bali Utara, serta jajaran Direktorat pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.(*)

Antisipasi Penyalahgunaan Internet, Klungkung Gelar Pelatihan Internet CAKAP

Quote

Survei tentang  kepatuhan warga masyarakat terhadap Perda  Provinsi Bali No.10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di kabupaten Klungkung dilaporkan hasilnya oleh tim Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Rabu (30/3/2016)  bertempat di ruangan kerja Bupati Klungkung. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Tim Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) Made Kerta Duana beserta tim dan didampingi oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni, Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung drg. WayanJaya Putra.

Ketua tim survey BTCI Made Kerta Duana melaporkan hasil survei kepatuhan terhadap perda KTR dilakukan di kabupaten Klungkung pada Juli-Agustus 2013, Februari-Maret 2014 dan Agustus-September 2014. Sampel dipilih dari 7 kawasan yang diatur dalam perda KTR dengan cara diacak proporsional. Jumlah sampel yang diobservasi sampai survei Agustus-September 2014 sebanyak 219 gedung. Dalam survey ini warga dinyatakan patuh bila sesuai dengan 8 kriteria KTR yang meliputi, terpasang tanda dilarang merokok, tidak ada orang merokok, tidak tersedia asbak, tidak ditemukan puntung, tidak tercium bau asap dan tidak ada tempat khusus merokok di dalam gedung. Selain itu, masih ada 2 kriteria lain yaitu tidak ada promosi dan jual beli rokok.

Lebih lanjut Kerta Duana menjelaskan memaparkan hasil survei kedua tahun 2014 menunjukkan proporsi gedung  terhadap perda KTR menunjukkan sedikit peningkatan dari 11,8 % pada survei pertama tahun 2014 menjadi 24,4% pada survei  kedua tahun 2014. Walaupun meningkat, tetapi masih lebih rendah dibandingkan kepatuhan provinsi Bali secara keseluruhan yang mencapai 17,2 % pada survei pertama tahun 2014 dan 25,9% pada survei kedua tahun 2014. Kawasan dengan tingkat kepatuhan paling baik adalah fasilitas kesehatan sebesar 83,3% yang sudah melewati target 80%.

Pelanggaran  yang masih banyak ditemukan antara lain masih ditemukannya puntung rokok  di dalam gedung yaitu 30,9% pada survei pertama tahun 2014 menurun menjadi 21,1% pada survei kedua tahun 2014. Selain itu masih ditemukan orang merokok di dalam gedung sebanyak 26,5% pada survei  pertama tahun 2014 menurun menjadi 16,7% pada survei kedua tahun 2014.

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepatuhan adalah keberadaan tanda dilarang merokok.  Cakupan tanda hanya 14,7% pada survei pertama tahun 2014 meningkat menjadi 34,4% pada survei kedua tahun 2014. Peningkatan kepatuhan relatif kecil dari tahun sebelumnya yang  disebabkan oleh meningkatnya tanda larangan merokok, bukan karena kepatuhan masyarakat pengguna kawasan.

Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung  Ni Made Adi Swapatni melaporkan rencananya untuk  menambah tanda dilarang merokok di setiap kawasan KTR. Tanda larangaan ini  akan dibuat dengan bahan yang lebih keras dan tahan lama sehingga tidak  mudah rusak ataupun dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Lebih lanjut Adi Swapatni berharap ke depan pelaksanaan KTR di fasilitas kesehatan akan meningkat yang sebelumnya 83,3% menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memintaa agar  perda yang dibuat seperti perda KTR dapat dibuat dalam bentuk CD dan dibagikan ke rumah sakit, puskesmas, sekolah dan lingkungan banjar adat sehingga masyarakat bisa tahu dan bisa menerapkan perda tersebut.  Kabupaten Klungkung juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi maraknya iklan-iklan rokok dan akan lebih banyak mengiklankan bahayanya merokok bagi kesehatan sehingga  ke depan akan lahir generasi Klungkung yang sehat demi Klungkung yang  lebih baik

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

BTCI Laporkan Hasil Survey Kepatuhan Terhadap Perda KTR Kepada Bupati Klungkung

Quote

Sudah menjadi kegiatan rutin tiap tahun , setiap pelaksanaan Karya Ngusaba Kedasa di Pura Luhur Ulun Danu Batur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung ngaturang penganyar di Pura ini. Seperti pada Karya Ngusaba Kedasa pada tahun 2016 ini  yang puncaknya jatuh pada Buda Paing Krulut Purnamaning Sasih Kedasa, Rabu (23/3/2016) lalu, Pemkab  Klungkung melaksanakan bakti penganyar, Selasa (29/3/2016) dipimpin langsung  Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta. Turut hadir  Nyonya Sri Kasta didampingi Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra serta SKPD di lingkungan Pemkab Klungkung.

Selain rombongan dari Pemkab Klungkung, bakti penganyar yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Keniten dari Griya Anyar Bakas Banjarangkan, Klungkung ini juga dipadati ratusan pemedek yang tangkil ngaturang bakti. Bakti Penganyar . Sebelum pesembahyangan, seluruh umat mengawali dengan melaksanakan puja Trisandya. Persembahyangan berlangsung hikmad.

“Bakti penganyar ini wajib dilaksanakan selama Ida Bhatara katuran nyejer dalam upacara Ngusaba atau pujawali”, demikian ungkap Dewa Soma selaku panitia wewantenan penganyar Pemkab Klungkung. Lebih lanjut Dewa Soma menjelaskan, bakti penganyar ini sebagai wujud bakti umat ke hadapan Ida Bhatara Bhatari utamanya Ida Bhatara yang berstana di Pura Ulun Danu. Saat ngusaba umat diwajibkan mempersembahkan segala baktinya kehadapan Ida Bhatara dengan satu harapan Ida Bhatara yang berstana di Pura ini  selalu memberikan berkah,

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta usai pesembahyangan bersama  menghaturkan punia yang diterima panitia karya. Berdasarkan informasi dari panitia, Ida Bathara Nyejer selama 12 hari dan akan disineb pada Soma Wage Tambir tanggal 4 April mendatang

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

Pemkab Klungkung Ngaturang Penganyar ke Pura Ulun Danu Batur

Quote

Upaya untuk menekan kesan kumuh serta “sumber masalah” TPA Sente terus diupayakan oleh Pemkab Klungkung. Setelah perbaikan manajemen pengelolaan sampah, penangkapan gas methan serta pencanangan teknologi ecobrick, kali ini digulirkan gagasan baru untuk menjadikan TPA Sente sebagai TPA  Wisata Edukasi.

TPA Sente yang memiliki luas 0,98 Ha dengan pengelolaan sampah secara Open Dumping, secara bertahap dikembangkan menjadi system controlled landfill di mana timbunan sampah diurug dengan lapisan tanah yang dipadatkan. Sistem controlled  landfill ini dikenal sebagai salah satu sistem pengolahan sampah yang ramah lingkungan.

TPA Sente dilengkapi dengan instalasi pengolahan air lindi sampah.  Air lindi merupakan hasil degradasi dari sampah yang dapat menimbulkan pencemaran apabila tidak diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke lingkungan. Air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan  disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) untuk dinetralkan.  Air lindi mengandung gas methan yang berbahaya bagi lingkungan, selain itu juga berkontribusi terhadap pemanasan golobal. Oleh karena itu diupayakan  sistem pengendalian gas methan dan sistem pemanfaatan gas methan melalui pipa-pipa instalasi dan disalurkan ke masyarakat sekitar TPA sebagai sumber energi alternatif untuk memasak seperti telah diujicobakan beberapa waktu lalu. Sampah-sampah yang yang nantinya tidak produktif lagi akan ditimbun dan ditutupi dengan tanaman sehingga lahan tak produktif bisa digunakan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Tumbuhan yang digunakan adalah tumbuhan yang tidak produktif yang artinya tidak menghasilkan sesuatu keuntungan seperti   buah-buahan.

Proses pengelolaan sampah di TPA sente pada zona aktif dengan berbagai komponen mulai dari penerimaan sampah masuk pemilahan sampah organik sebagai bahan composting, proses pembuatan kompos, instalasi pengelolaan air lindi sampah, serta pengelolaan  pada zona non aktif dengan instalasi pengelolaan gas methan dan selanjutnya dikembangkan sebagai area publik yang dilengkapi dengan Ruang Pamer hasil pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse dan Recycle ( 3R ), arena bermain ( Play ground ), kebun  keanekaragaman hayati (Kehati) yang berisi tanaman maskot dan tanaman langka, fasilitas outbond, serta tempat berkemah (camp site) yang dilengkapi fasilitas MCK.

Proses pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta pengembangan area publik pada zona non aktif inilah yang akan dijadikan  media pembelajaran pengelolaan sampah yang baik dan pengelolaan lingkungan hidup yang bisa dimanfaatkan sebagai wahana wisata yang bersifat edukatif  bagi pelajar dan masyarakat secara luas dengan konsep eco-edu-tourism.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melalui akun facebooknya menuliskan bahwa TPA Sente sedang berproses menuju TPA Edukasi. Penanaman rumput dan pohon perindang sudah dipersiapkan dan gas methan pun sudah siap disalurkan ke warga sekitar

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

TPA Sente Menuju TPA Wisata Edukasi

Quote

“Ecobrick….Selamat Tinggal Sampah Plastik”, suara ini menggema di TPA Sente saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta me-launching program `Selamat Tinggal Sampah Plastik` yang digelar di tempat pembuangan akhir (TPA) Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (22/1/2016) pagi.

“Program ini adalah  awal dari semuanya, dan harus berlanjut secara kontinyu mulai dari TPA ini,” kata Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Turut hadir dalam launching ini Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Sekda Klungkung Gde Putu Winastra, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Anak Agung Kirana beserta seluruh jajaran SKPD, dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten. Selain  diikuti seluruh pegawai pada seluruh jajaran SKPD,  kegiatan ini diikuti pula oleh  siswa dari sejumlah sekolah yang langsung mempraktekkan pembuatan ecobrick.

Ecobrick adalah sebuah produk hasil pemikiran pemerhati lingkungan Russel Maier dari Kanada, yang memanfaatkan botol plastik bekas yang  diisi sampah-sampah plastik hingga penuh, kemudian dipadatkan sampai menjadi keras. Setelah botol penuh dan keras, selanjutnya dirangkai dengan lem dan dibentuk menjadi bahan baku kursi, meja dan bahkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuat tembok, seperti batu bata.

“Kita serentak melakukan pembuatan ecobrick ini bersama pegawai dan siswa sekolah di TPA Sente, dan kita akan menjadi kabupaten pertama di Bali yang  melakukan metode ini,” tambah Bupati.

Bupati Suwirta juga mengajak seluruh instansi, kantor, sekolah, tempat ibadah agar semua masyarakat melakukan gerakan ini, dan menjadikan sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Aksi gerakan masyarakat yang inovatif dengan pemanfaatan sampah plastik seperti ini, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten  Klungkung untuk memerangi sampah plastik. Selain itu, metode ini sejalan dengan program dari Kementerian Lingkungan Hidup yang mencanangkan aksi `Selamat Tinggal Sampah Plastik`. Program ini turut mendukung program aksi Gema Santi yang sedang digalakkan Pemkab Klungkung, untuk menjadikan masyarakat agar santun dan inovatif, melalui praktik metode ecobrick.

https://seeresultshub-a.akamaihd.net/SeeResultsHub/cr?t=BLFF&g=3f00f4d3-3f2c-4e3a-bea7-693f58b4f03d

Bupati Suwirta Launching Program Selamat Tinggal Sampah Plastik di TPA Sente

Quote

KLUNGKUNG, POS BALI – Sebanyak 5.000 lebih PNS di Pemkab Klungkung diinformasikan telah berlomba-lomba mendaftarkan diri melakukan PUPNS (Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil) yang berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kalau tidak mendaftar, maka ada tiga sanksi yang akan diterima oleh PNS tersebut, seperti berhenti atau pensiun menjadi PNS, tidak mendapatkan pelayanan kepegawaian, dan tidak tercatat dalam database Aparatur Sipil Negara (ASN) Nasional dari BKN,” demikian Kepala BKD Klungkung, Komang Susana, Senin (7/9) saat ditemui di ruang kerjanya.

Susana lebih lanjut menerangkan, ada beberapa kendala yang dialami oleh PNS di Klungkung untuk mendaftarkan diri ke PUPNS, seperti tidak bisa mengoperasikan komputer hingga bermasalah di akses internet untuk melakukan register.

“Kami sudah panggil dan melakukan pelatihan teknis ke setiap perwakilan SKPD agar bisa mengoperasikan serta membantu teman di SKPD-nya apabila tidak paham menggunakan teknologi komputer hingga tidak paham melakukan register ke BKN melalui internet,” ujarnya seraya menyatakan PNS di Klungkung yang sudah melakukan pendaftaran berjumlah 4.000 orang atau sekitar 80 persen, dan pendaftaran ini akan ditutup pada 31 Desember 2015 mendatang.

Dalam PUPNS tersebut, ada beberapa cakupan data yang harus dilaporkan oleh masingmasing PNS, seperti data pokok kepegawaian, data riwayat kepangkatan, riwayat pendidikan atau pelatihan, jabatan, riwayat keluarga dan data lainnya yang mencakup BPJS, Bapertarum, hingga KPE. 022

Lima Ribu PNS Berlomba Daftar PUPNS

Pantai Sidayu Nyuhaya Mulai Dilirik Investor.

Standard
Pantai Sidayu Nyuhaya merupakan salah satu pantai dengan pasir hitam yang menghampar luas nan eksotik mulai dilirik investor. Keunggulan pantai yang berada diwilayah Desa Takmung, Kec. Banjarangkan Kab. Klungkung ini adalah dipercaya sebagai tempat untuk terapi. Banyak warga luar yang datang untuk melakukan terapi dengan membenamkan diri atau anggota tubuhnya untuk memperoleh kesembuhan. Penyakit yang dipercaya disembuhkan disini adalah kelumpuhan. Selain itu investor mulai meliriknya tempat ini karena sangat baik untuk selancar dan hamparan sawah serta sungai menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satu investor yang tertarik adalah The Luley Hijau Lestari yang bergerak di bidang Pembangunan Hotel dan Resort. Kesungguhan ini dibuktikan dengan melakukan audiensi dengan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Rabu (10/6).
Bupati Nyoman Suwirta didampingi oleh Plt Sekda Ida Bagus Sudarsana, Camat Banjarangkan I Komang Wisnuadi, perbekel Desa Takmung I Nyoman Mudita, kepala Dusun Sidayu Nyuhaya I Nyoman Marsa, Bedesa Adat Sidayu Nyuhaya I Made Mustika serta dari Jajaran SKPD terkait.
Dipihak The Luley Hijau Lestari dipimpin oleh Bapak Hutomo selaku penggagas, arif Ali selaku general menager serta ibu Elizabet yang sekaligus sebagai koordinator proyek merencanakan akan membuat Hotel dan Resort di wilayah Banjar Sidayu Nyuhaya Desa Takmung yang akan dilengkapi juga dengan museum kerang.
Hutomo berharap kepada pemerintah nantinya bisa mendukung pembangungan Hotel dan Museum Kerang yang berada di wilayah Sidayu Nyuhaya, Desa Takmung ini. “Apapun persyaratannya dan ketentuan yang ada akan pasti dipenuhi. Untuk itu mohon petunjuk lebih lanjut” kata Hutomo.
Bupati Klungkung mengatakan pembangunan hotel dan museum kerang tersebut agar bernuansakan khas bali pada umumnya dan yang paling penting tidak menghilangkan ikon Kabupaten Klungkung seperti desain lukisan kamasan.
Selain itu agar mengikut sertakan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Klungkung, seperti kerang yang ada di Nusa Penida, pengerajin gong, obyek wisata, Kertagosa dan juga obyek wisata yang lain.
Pemerintah Kabupaten Klungkung selalu memberi kesempatan terhadap investor lain yang ingin berkontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Klungkung dengan mengikuti prosedur yang ada dan selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat setempat dengan cara melakukan sosialisasi. “Lakukan sosialisasi lebih dulu dengan masyarakat kemudian ikuti prosedur dan ketentuan yang ada” kata Bupati Suwirta. (Humas Klk/Pur)

SDN 1 Semarapura Tengah Wakili Bali Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional

Standard
Kabupaten Klungkung kembali wakili Bali ketingkat Nasional. Setelah sehari sebelumnya PHBS Desa Kampung Gelgel dinilai pusat, kini giliran SDN 1 Semarapura Tengah dinilai tim penilai lomba sekolah sehat dan kantin sehat tingkat nasional tahun 2015.Acara penilaian lomba dilaksanakan disekolah setempat, selasa (9/6).
 Kedatangan tim penilai disambut drumband siswa SDN 1 Semarapura Tengah di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura. Hadir pada kesempatan ini Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Wakil Bupati, Made Kasta, FKPD Kabupaten Klungkung serta undangan lainnya.
Kepala SDN 1 Semarapura Tengah, Made Siwalatri mengatakan, salah satu upaya meningkatkan karakter pembangunan kesehatan adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dibidang kesehatan. “Melalui program UKS mampu meningkatkan derajat kesehatan anak didik,” ujar Siwalatri. Dalam menjalankan program UKS, pihaknya menerapkan konsep Tri Hita Karana, sehingga terjadi keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama dan manusia dengan lingkungan atau alam sekitar.
Menurut ketua tim penilai lomba sekolah sehat dan kantin sehat tingkat nasional, Agus Suharianto, tujuan dari lomba ini adalah lebih menekankan pada penilaian hidup bersih dan sehat melalui usaha kesehatan sekolah (UKS) yang ada disekolah. Menurutnya, beberapa kriteria yang dinilai dalam lomba ini adalah menyangkut UKS, ketersediaan kamar mandi, ruang kelas dan sirkulasi ruangan. “Intinya bagaimana kinerja sekolah dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pengembangan program UKS,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Suwirta menyampaikan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat harus muncul sedini mungkin melalui kegiatan atau program UKS dimasing-masing sekolah. “Kemauan untuk hidup sehat harus ditanamkan sejak dini,” ujar Bupati Suwirta. Selain itu, pihaknya juga berharap semua sekolah di Kabupaten Klungkung agar mampu menerapkan atau mengimplementasikan UKS secara terus menerus. “UKS itu harus diimplementasikan secara menerus, bukan dalam lomba semata,” harapnya. (hmsklk/nom)

Warga Subak Dlod Bakas Dukung Pemerintah Dalam Penyelamatan Lahan Dan Peningkatan Ketahanan Pangan

Standard
Dengan maksud untuk melanjutkan keterpaduan yang sinergi, saling membantu dalam penyelenggaraan kegiatan dalam bidang pertanian antara Pemerintah Kabupaten Klungkung yang dilakukan oleh Bupati I Nyoman Suwirta dengan Komando Distrik Militer 1610 Klungkung dalam hal ini dilakukan oleh Letkol Inf. Andree Saputro melakukan kerjasama dengan penandatanganan kesepakatan dalam peningkatan ketahanan pangan di Balai Subak Dlod Bakas Banjarangakan (20/4) senin pagi kemarin.
Kesepakatan ini dilandasi atas tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI, Gubernur Bali dengan Pangdam IX Udayana selanjutnya dilakukan secara berjenjang sampai ditingkat Kabupaten. Program pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan ini merupakan arahan dari Presiden RI pada sidang paripurna dalam program upaya khusus bahwa Presiden menugaskan agar pencapaian swasembada padi, jagung dan kedelai dapat dicapai dalam waktu segera. Dijalinnya kesepakatan ini untuk percepatan pelaksanaan dan pencapaian ketahanan pangan Kabupaten Klungkung sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing guna mendukung pencapaian produktivitas tanaman pangan dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya masing-masing sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Dalam penandatanganan kesepakatan ini hadir pula Kadis. Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi I B Wisnu Ardana, Kadis. Pertanian Klungkung I Wayan Durma, Jajaran SKPD terkait, para TNI dari Kodim 1610 Klungkung serta para petani Subak Dlod Bakas.

Read the rest of this entry

Bupati Suwirta Serahkan Santunan Kepada Keluarga Atlet Silat Yang Meninggal

Standard

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta santuni Keluarga Almarhum I Gede Eka Artawan (18), siswa atlet pencak silat yang meninggal ketika mengikuti pertandingan Porsenijar di GOR Swecapura pada hari Jumat (16/4) lalu.

Bupati Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta beserta rombongan yang terdiri atas Kadisdikpora Nyoman Mudarta, Camat Banjarangkan Komang Gede Wisnuadi, Kepala Sekolah SMK Pariwisata Saraswasti I Gusti Made Subrata diterima orang tua almarhum I Nyoman Jenda Astawa (40) dirumah duka di Dusun Pemenang Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan Minggu (19/04). Tampak pula ratusan rekan rekan almarhum baik para atlet maupun teman sekolahnya ikut datang melayat.

Almarhum I Gede Eka Artawan merupakan anak pertama dari delapan bersaudara yang gemar membantu ayahnya yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Read the rest of this entry

Standard

JpegSemarapura, Bali Tribune

Kabupaten Klungkung menggencarkan branding sektor kepariwisataan untuk menarik investor. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, yang ditemui selepas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama dengan beberapa media, Selasa (24/03/2015), mengatakan, Klungkung siap menerima investor yang datang. Bahkan, telah menyiapkan Perda yang mengatur tentang hal itu.

Apa yang diungkapkan Bupati itu, sejalan dengan rencana pengembangan Klungkung sebagai daerah tujuan wisata alternatif di samping wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita). Upaya membangun branding yang dilakukan Pemkab Klungkung di antaranya dengan mengadakan Festival Semarapura (April mendatang), Festival Nusa Penida, dan promosi ke luar daerah, bekerja sama dengan pihak travel.

Berbagai upaya untuk meningkatkan investasi di bidang kepariwisataan ini dilakukan dengan mengedepankan value of tourism dan value of destination. Dengan berkembangnya pariwisata Klungkung, diharapkan terjadi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini bukan berarti kami menjual Klunkung melalui pariwisata. Kami hanya mengelolanya. Ini harus dipahami masyarakat karena bisa saja suara-suara miring muncul atas kebijakan ini,” ujarnya.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Klungkung juga menyiapkan sumber daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor pariwisata juga tengah dikerjakan. Bahkan jika nanti dermaga di Klungkung rampung, pengelolaannya akan di tawarkan pada pihak kedua atau swasta. Hal ini i terkait dengan biaya perawatan yang cukup tinggi, dan pemerintah hanya mengurus regulasi saja. Langkah ini diambil Bupati Suwirta, untuk mengejar ketertinggalan, dan mensejajarkan Klungkung dengan kabupaten lainnya. Tentunya ini menjadi pekerjaan semua pihak untuk merealisasikan

Wabup Kasta Tinjau Pemadatan Jalan Selaki, Baru Didata, Jalan Hanya Diurug Sirtu

Standard
Perbaikan jalan diwilayah Yangapi, Desa Akah, Kecamatan Klungkung ditinjau Wakil Bupati Klungkung Made Kasta, rabu (4/3) kemarin. Perbaikan ini berupa pengurugan dan pemadatan jalan dengan menggunakan material sirtu (pasir batu).
Didampingi Pj. Perbekel Desa Akah, Wayan Dauh, Wabup Kasta meninjau pemadatan jalan yang berada ditengah persawahan atau warga sering menyebutnya jalan Selaki. Dengan bantuan pihak swasta, dalam hal ini salah satu perusahaan AMP (asphalt mixing plant) yang berlokasi di Klungkung, jalan yang rusak kurang lebih 800 meter ini diurug dan dipadatkan dengan menggunakan alat berat jenis wales (pemadat) milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Klungkung.
Dari pantauan dilapangan, pengerjaan melibatkan warga sekitar. Dengan swadaya, warga bergotongroyong meratakan material yang diturunkan sejumlah truk sebelum nantinya dipadatkan dengan alat berat.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU Klungkung, Agung Lesmana mengatakan, pengaspalan jalan ini belum bisa dilakukan mengingat saat ini baru melakukan pendataan dan pengukuran kerusakan jalan. “Untuk saat ini baru pengukuran jadi belum bisa diaspal karena belum dianggarkan,”terangnya. Untuk sementara, menurut Agung Lesmana, Dinas PU hanya melakukan pemadatan dengan menurunkan alat berat jenis wales (pemadat) sehingga badan jalan kembali rata dan aktifitas masyarakat tidak lagi tersendat. “Kita cuma lakukan pemadatan agar masyarakat bisa lewat,”ujarnya.(hmsklk/nom

Ikut Lestarikan Seni Budaya PKK Banjar Kartini Semarapura Mulai Belajar Bale Ganjur

Standard
Partisipasi  PKK Br. Kartini Desa Pekraman Semarapura, Kab. Klungkung dalam melestarikan budaya terutama berkesenian mulai menggeliat seiring dengan keinginan pemerintah untuk membangkitkan seni budaya di Klungkung.
Kebangkitan ibu-ibu PKK  Banjar Kartini tak lepas dari perhatian pemerintah dengan memberikan bantuan seperangkat gong bale ganjur. Bangkitnya Ibu-ibu PKK Br. Kartini ini  juga diikuti oleh Sekaa Teruna Swari Gading Br. Kartini dengan membentuk sekaa Barong Bangkung.  Disela-sela latihannya, sekaa gong ini sempat ditinjau Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sabtu (28/2) malam.
Klian Banjar Kartini I Wayan Darmanaba mengtakan Beridirinya Banjar Adat Kartini sebelumnya adalah merupakan banjar  suka duka  yang kebanyakan dari pendatang. Kemudian seiring  perjuangan warga yang ingin membentuk  sebuah banjar akhirnya tahun 2012,  banjar suka duka ini disahkan menjadi banjar adat 2012  menjadi banjar adat dalam Desa Pekraman Semarapura, bersama dengan 14 banjar adat laiinya.
Wayan Darmanaba lebih lanjut mengatakan berkat perhatian pemerintah dibawah pimpinan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mendapat bantuan hibah Rp.50 juta dan dari dibantu dari donatur lain untuk pengadaan baju sehingga terkumpul sampai Rp.60 juta.
Berkat prakarsa seorang pemerhati seni dari warga Banjar Kartini Dewa Alit berhasil membina ibu-ibu PKK untuk membentuk sebuah sekaa gong Bale Ganjur dan mendirikan Sekaa Barong Bangkung  terdiri dari 15  Orang yang tergabung dalam  Sekaa Teruna Swari Gading. Selain itu segera akan dibentuk Sekaa  Pesantian.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada kesempatan tersebut berharap  warga banjar selain bekerja mencari penghidupan harus selalu berusaha  mengisi watu luang dengan beraktivitas karena dengan demikian akan menghidarkan diri dari perbuatan yang kurang baik. Terlebih sekarang sedang giat membangkitkan kesenian. Dalam bulan April mendatang Pemkab Klungkung  akan menyengarakan Festival Semarapura. Pelaksanaannya akan dirangkaikan dengan Peringatan HUT Kota Semarapura dan Hari Puputan Klungkung.
Dalam Festival Semarapura ini akan dipentaskan berbagai kesenian dan para seniman akan diberikan ruang untuk berkreasi. Bila kreativitas sekaa ini layak ditampilkan tentu akan diberikan ruang untuk dipentaskan. Selain Itu Bupati I Nyoman Suwirta mengajak Sekaa Teruna sebagai generasi muda ikut mendukung program pemerintah  seperti menjaga kebersihan lingkungan,  penataan pertamanan dan mejaga kerukunan.(hmsklk/Parna)

Bupati Suwirta Tinjau Terowongan Irigasi Jebol di Desa Tusan

Standard
Setelah mengikuti kegiatan car free day di depan Puri Agung Klungkung kemarin, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau jebolnya terowongan irigasi di Desa Tusan (1/3) minggu kemarin. Menurut Wayan Edik Arianta salah seoerang petani disana mengatakan jebolnya terowongan sudah terjadi 4 hari yang lalu yang diakibatkan karena hujan deras. Terowongan yang berada dibawah Pura Dalem Kayu Putih ini mengalami kerusakan dengan diameter 6×6 meter, dengan ketinggian 7 meter di atas sungai.
Dengan kerusakan yang terjadi, praktis subak Dlod Banjarangkan dan subak telikup yang merupakan jalur alirannya tidak akan mendapat air irgasi ini. padahal kondisi sekarang petani sedang melakukan penanaman. Dengan kondisi seperti ini dan apalagi tidak mendapatkan air, akan ada kemungkinan petani yang dari Subak dlod banjarangakan yang terdiri dari 244 Hektar ini akan mengalami gagal panen. Dengan jebolnya terowongan irigasi yang merupakan satu-satunya sumber pengairan, Wayan Edik Arianta berharap kepada Pemerintah petani subak disini dibantu semaksimal mungkin karena subak disini sedang dalam proses penanaman.
Dalam wawancaranya, Bupati Suwirta menyampaikan bahwa karena bencana ini merupakan suatu bencana dan ini merupakan aliran primer sehingga perlu koordinasi dengan pemerintah provinsi. Tetapi penanggulangan sementara seperti usul petani, bisa kami akan bantu dari dana penanggulangan bencana. Karena untuk penanggulangan permanen perlu kajian yang matang karena medannya yang tidak bersahabat agar apa yang dibuat itu hanya untuk sementara saja, jadi harapannya bisa digunakan dalam waktu yang lama dan lebih permenen.
Setelah meninjau terowongan jebol, Bupati Suwirta menyempatkan diri untuk menengok warga yaitu Sang Made Orti (65) yang sedang menderita prostat di Desa Bumbungan. Dari keterangan keponakannya, Beliau sudah menderita penyakit prostat sudah 7 tahun lalu. Dari 7 tahun tersebut, 4 tahun yang lalu mendapat rujukan dari RSUD Klungkung ke RSU Sangglah tetapi sampai sekarang belum mendapat penanganan atau tindakan. Karena prosedur yang rumit dan tidak mendapatkan tindakan, beliau akhirnya kembali pulang. Mendengar persoalan seperti itu, Bupati Suwirta memberikan solusi atas arahan salah seorang Dokter terkait, agar beliau mencari surat keterangan miskin dan dibawa ke RS Puri Raharja beserta memo dari Bupati Sendiri agar mencari salah seorang Dokter disana dengan tujuan mendapat penanganan dengan segera. Dari kunjungan tersebut, Bupati Suwirta juga memberikan santunan kepada Sang Made Orti agar dapat membantu proses pengobatannya.(hmsklk/gix)

Wabup Kasta Tinjau Saluran Irigasi Jebol Akibat Air Bah

Standard
Cuaca ekstrim sering menghampiri Kabupaten Klungkung belakangan ini, mulai dari hujan lebat dan angin puting beliung yang mengakibatkan banyak terjadi bencana di beberapa daerah di Klungkung. Salah satunya yang terjadi di Desa Akah, Kecamatan Klungkung dimana salah seorang warganya telah melaporkkan hancurnya sebuah saluran irigasi di bendungan sungai Yeh Kunyit, Yang Api Desa Akah akibat terjangan air bah.
Mendapat laporan bencana yang menerjang desa tempat Wakil Bupati Klungkung Made Kasta berasal, Wabup Kasta langsung menindak lanjuti laporan tersebut dengan turun langsung kelokasi bencana Senin (2/3) kemarin. Ditemani Penjabat Perbekel Desa Akah I Nyoman Dauh, Wabup kasta berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang licin guna mencapai irigasi yang letaknya jauh dibawah jembatan penghubung antara Desa Akah dan Desa Manduang itu.
Berdasarkan laporan kelian subak Akah I Ketut Surita, hancurnya saluran irigasi yang baru berumur setahun ini diakibatkan oleh air bah yang menghantam ketika hujan deras kemarin. “Kejadiannya sekitar tanggal 26/2 kemarin ketika hujan sangat lebat, yang mengakibatkan terjadinya air bah.” Ujar I Ketut Surita. Akibat hancurnya saluran irigasi ini, 12 hektar sawah produktif jadi tidak terairi. I ketut Surita mengharapkan bantuan Pemda Klungkung untuk segera membantu membangun kembali saluran irigasi supaya para petani bisa menggarap sawah mereka.
Sementara itu Wabup Kasta dalam pantauannya ke iringasi ini menemukan sedikit  kejanggalan akan konstruksi saluran irigasi yang rusak ini. Wabup Kasta merasa saluran ini dibangun dengan kwalitas yang kurang baik. “ saya perhatikan tadi dibawah, konstruksi irigasi tidak begitu bagus kwalitas pengerjaannya, sehingga dengan hantaman air yang lumayan kuat akan sangat mudah menghancurkan irigasi ini.” Ujar Wabup Kasta. Wabup Kasta juga menganggap kejadian ini diakibatkan karena kurangnya pengawasan pada saat pengerjaan proyek. “Beginilah akibatnya kalau proyek yang kurang diawasi pengerjaannya, kwalitasnya jadi sangat buruk.” Ujar Wabup Kasta.
Dengan kejadian ini Wabup Kasta intruksikan Klian Subak I Ketut Surita segera melaporkan ke BPBD untuk bisa segera ditindak lanjuti pemerintah. Setelah meninjau saluran irigasi Wabup lanjut meninjau ruas jalan Slaki di dusun Sangging Desa Akah yang mengalami kerusakan parah semenjak setahun lalu. Jalan sepanjang kurang lebih 1KM ini merupakan jalan selebar 2.5m yang dipergunakan para petani setempat dalam melakukan aktivitas pertaniannya. Kepada Penjabat Perbekel Desa Akah Nyoman Dauh, Wabup Kasta mengatakan bahwa dirinya telah mengkoordinasikan pengerjaan pengurukan lubang-lubang menganga dijalan itu. “Malu saya sebagai wakil bupati yang berasal dari sini, masak kondisi jalannya rusak parah seperti ini.” Ujar Wabup Kasta.(hmsklk/jim)

Empat Kepsek Terima SK, Bupati Suwirta Harapkan Komitmen Bersama Majukan Dunia Pendidikan

Standard
Empat calon Kepala Sekolah (Kepsek) hasil fit and proper test akhirnya menerima SK. SK tersebut diserahkan langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta diruang rapat Bupati, rabu (21/1) didampingi Kadisdikpora Klungkung, Nyoman Mudarta.
Empat Kepsek tingkat SD dan SMP ini ditetapkan melalui Keputusan Bupati Klungkung Nomor : 824/02/BKD Tentang Mutasi / Promosi Guru / Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Keempat Kepsek itu adalah I Nyoman Karyawan, S.Pd.M.Pd yang kini menjadi Kepala SMPN 1 Semarapura, I Nengah Suradnya, S.Pd.M.Pd sebagai Kepala SMPN 1 Banjarangkan, I Wayan Putu Negara, S.Pd.M.Pd yang kini menjadi Kepala SMPN 2 Nusa Penida dan I Nengah Suastika, S.Pd menjadi Kepala SDN 3 Getakan, Kecamatan Banjarangkan.

Read the rest of this entry

Malam Siwaratri, Pura Jagatnatha Dipadati Umat

Standard

Ribuan umat memadati Pura Jagatnatha, Klungkung, senin (19/1) malam. Mereka hadir untuk mengikuti persembahyangan bersama hari suci Siwaratri.

Sejak petang hingga dini hari umat silih berganti berdatangan untuk melakukan persembahyangan. Meski hujan sempat mengguyur namun tidak menyurutkan semangat umat untuk bersembahyang. Selain masyarakat umum, sebagian besar dari pemedek ini adalah remaja dan anak-anak sekolah. Tampak hadir pula mengikuti persembahyangn ini, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, masing-masing beserta istri, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Klungkung serta SKPD dilingkup Pemkab Klungkung. Read the rest of this entry

Bupati Suwirta Ajak Tenaga Ahli BPSPAM Tinjau Sumber Mata Air Di Nusa Penida

Standard

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kecamatan Nusa Penida sudah mulai terlihat. Hal ini ditujukkan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk mengajak Prof. DR. Ir. Arwin Sabar, yang merupakan Tenaga Ahli yang diutus oleh BPSPAM (Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum) yang dibawah Kementerian PU untuk meninjau sumber mata air yang ada di Nusa Penida (16/1). Peninjauan sumber mata air minum kemarin juga didampingi oleh Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Wakil Ketua DPRD Klungkung Ida Ayu Gayatri, Anggota DPRD Klungkung Made Jana, Kabag. Humas dan Protokol Wayan Parna, serta dari UPT. PAM Provinsi Bali, Agus Sugiarta dan Made Sudiana. Read the rest of this entry

Hasil Kajian PPI Kusamba Dinyatakan Layak Untuk Dilanjutkan

Standard
Pemkab Klungkung tengah berupaya membangun dan memfungsikan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Kusamba yang selama ini mangkrak pembangunannya sehingga tidak pernah dipergunakan oleh para nelayan. Langkah awal yang telah dilakukan pemkab adalah dengan melakukan pengkajian ulang perencanaan pembangunan PPI Kusamba. Maka dari itu, Jumat(19/12) Bupati Suwirta menerima pemaparan hasil kaji ulang yang telah dilakukan oleh PT. Spektra selaku konsultan di ruang rapat Bupati Klungkung. Didampingi Kadis PPK Klungkung IGN Badiwangsa, Kepala Inspektorat IB Sudarsana, Camat Dawan A.A. Putra Wedana, Bupati Suwirta menerima tim konsultan serta perwakilan Kelompok nelayan dan perbekel Desa Kusamba.
Dalam paparan yang di bacakan oleh Sri Raharjo, kaji ulang yang dilakukan timnya bermaksud untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi dan data mengenai kondisi perikanan, kondisi fisik serta data penunjang lainnya yang akan digunakan untuk melakukan analisis kelanjutan pembangunan PPI Kusamba. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran kelayakan PPI Kusamba sebagai lokasi pelabuhan perikanan dan kelanjutan perencanaan pembangunannya. Dari sisi kondisi perikanan dan teknis, lokasi PPI Kusamba dinyatakan layak sebagai lokasi pelabuhan perikanan, karena lokasinya yang dekat dengan pemukiman nelayan serta letak geografisnya juga aman karena tidak berada di daerah rawan abrasi. Sedangkan untuk kajian hukum, PPI Kusamba yang statusnya belum berfungsi karena bangunan utama belum terselesaikan, maka pembangunan PPI Kusamba layak untuk dilanjutkan kembali. Sri Raharjo juga menegaskan bahwa kendala pembangunan PPI sebenarnya ada pada system penganggaran yang menggunakan system tahun tunggal, Sri raharjo menyarankan hendaknya menggunakan system multiyears.
Kadis PPK Ida Bagus Badiwangsa dalam kesempatannya juga menjelaskan bahwa ketika awal pembangunan PPI kusamba dirinya belum menjabat seperti sekarang, namun Ida Bagus Badiwangsa mengetahui sejarah pembangunan PPI dari Tim lama yang dulu ikut dalam panitia pembangunan. “Awal pembangunan proyek ini saya belum menjabat seperti sekarang, namun saya tahu awal pembangunan PPI ini, dimana dana yang turun hanya Rp 1.2milliar dari total Rp 20Milliar yang direncanakan, maka dari itulah pembangunannya tidak pernah selesai.” ujar IGN Badiwangsa.
Dewa Gede Wira salah seorang perwakilan kelompok nelayan Kusamba dalam kesempatannya menyampaikan kekawatirannya akibat pembangunan dermaga PPI Kusamba ini, dimana sejak adanya PPI ini, wilayah pantai di bagian timur dari PPI kusamba mengalami abrasi yang begitu cepat dan parah. Dewa Gede Wira berharap ada penanganan masalah abrasi yang diakibatkan oleh dermaga PPI Kusamba. Pernyataan Dewa Gede Wira juga dibenarkan Perbekel Kusamba Ketut Winastra yang juga mengharapkan ada solusi penanganan abrasi akibat adanya dermaga PPI itu. Apalagi disisi timur PPI Kusamba terdapat pemukiman nelayan Pesinggahan dan area Pura Goa Lawah yang gelombang dan abrasinya semakin mengkhawatirkan.
Bupati Suwirta yang memimpin pertemuan itu menyampaikan terima kasihnya kepada tim pengkaji yang talah memberinya data yang dibutuhkan. Dengan data itu Bupati Suwirta telah mengetahui mesti dari mana akan bertindak untuk melanjutkan pembangunan PPI supaya nantinya bisa dioperasikan. “ Data yang saya peroleh ini nanti akan saya sampaikan langsung kepada kementrian kelautan guna mendapat bantuan untuk melanjutkan proyek PPI Kusamba.”ujar Bupati Suwirta. Bupati suwirta juga berharap kepada tim pengkaji untuk mencarikan solusi untuk melindungi pantai sisi timur PPI kusamba yang mengalami abrasi akibat adanya dermaga PPI Kusamba.(hmsklk)

Jelang Galungan Bupati Suwirta Sidak Pasar

Standard
Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada hari Rabu  tanggal 17 Desember 2014, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menggelar sidak ke Pasar Galiran guna mengetahui situasi dan kondisi pasar yang  mengalami kepadatan pengunjung menjelang hari raya, Sabtu (13/12) kemarin. Didampingi Kadishubkominfo I Nengah Sukasta, Kabag Humas dan Protokol Wayan Parna dan beberapa staf UPT Pasar Galiran, Bupati Suwirta berkeliling memantau setiap sudut pasar. Di tengah kepadatan pasar, berbagai pelanggaran ditemukan langsung oleh Bupati Suwirta, mulai masalah kebersihan pasar, penataan parkir, posisi tempat berjualan pedagang, selokan mampet sampai masalah seragam petugas tidak luput dari pantauan.
Bupati mengungkapkan kalau dirinya susah membedakan antara pengunjung dengan petugas pasar. Bupati pun mewanti-wanti seorang petugas parkir yang ditemuinya untuk selalu memakai seragam. “ Saya bingung dari tadi mencari petugas, saya kira dia preman tapi ternyata dia sorang petugas resmi, apalagi pakai anting sebelah.” Ujar Bupati Suwirta. Dalam sidaknya Bupati juga temukan sebuah lapak kayu di pintu masuk sisi timur pasar yang  telah ditinggalkan penghuninya sejak lama namun masih tetap berdiri. Bupati pun perintahkan langsung pembongkaran lapak itu. Selain itu bupati juga mendapati para pedagang yang menempatkan barang dagangannya di lorong-lorong pasar, yang pastinya akan menyulitkan para pengunjung melakukan aktivitas.  “ Barang dagangan ibu mestinya tidak ditempatkan digang ini, ini kan bisa menggangu aktivitas pengunjung, apalagi aktivitas pasar sedang ramai-ramainya.” Ujar Bupati kepada salah seorang pedagang yang berjualan di lorong pasar.
Toilet umum pasar tidak luput dari pantauan, Bupati semakin geram ketika melihat tolilet yang dialih fungikan menjadi gudang dan tempat berdagang.  Bupati pun langsung menyemprot petugas toilet untuk memfungsikan toilet sebagai mana mestinya. “ Tolong rapikan ini semua, kembalikan toilet sebagaimana fungsinya.”Perintah Bupati dengan nada tinggi. Bupati juga mengeluh kepada pengurus pasar tentang kondisi pasar yang baru berjalan setahun namun kondisinya sudah seperti 10 – 20 tahun. “ Pasar baru setahun beroperasi kok kondisinya sudah seperti telah berumur 10 – 20 tahun.” Ujar Bupati kepada para petugas.
Bupati pun perintahkan para pengurus pasar terutama petugas kebersihan untuk serius dalam melaksakan tugas dan pekerjaannya. Kepada petugas pasar yang lain Bupati mewanti-wanti untuk benar-benar menegakkan ketertiban pasar. “ jangan biarkan terjadi pelanggaran -pelanggaran kecil yang nantinya berkembang menjadi  kesembrautan.” Ujar Bupati Suwirta. Melalui pengeras suara Bupati Suwirta mengajak seluruh pedagang untuk sama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan pasar demi kenyamanan seluruh masyarakat. Tidak lupa Bupati juga mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarkat di sekitar pasar.(hmsklk)

Isi Kekosongan, Bupati Suwirta Tunjuk Tiga Plt

Standard
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta akhirnya resmi menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan tiga pejabat dilingkungan Pemkab Klungkung paska tersandung kasus hukum. Penunjukan ini dilakukan senin (15/12) di ruang rapat Bupati Klungkung.
Tiga pejabat yang dipercaya menjadi Plt di Pemkab Klungkung ini diantaranya Ida Bagus Sudarsana (Kepala Inspektorat Kabupaten Klungkung) menjadi Plt. Sekda Klungkung, Ketut Suayadnya (Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Administrasi Umum) menjadi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung dan Wayan Sumarta (Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Kabupaten Klungkung) menjadi Plt. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Klungkung.
Penunjukan tiga Plt ini sebelumnya telah melalui berbagai pertimbangan persyaratan. Plt ini akan bertugas dimasing-masing instansi yang ditunjuk paling lama dua bulan, sebelum nantinya ada pejabat definitive yang menggantikan.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta mengharapkan, selama menjadi Plt, ketiga pejabat ini mampu melaksanakan tugas sesuai bidangnya masing-masing. “Semoga mereka bisa mengemban tugas dengan baik,”harap Suwirta. Untuk mengisi jabatan definitive menurut Bupati Suwirta nantinya akan dilakukan melalui fit and proper test, termasuk dalam jabatan Sekda. Menurutnya, hasil fit and proper test untuk jabatan Sekda nantinya akan dipilih tiga besar dan diusulkan kepada Gubernur Bali. Fit and proper test ini terbuka untuk umum, khususnya pegawai dilingkup Pemkab Klungkung yang telah memenuhi syarat. “Hasil fit and proper test itu tidak langsung mengarah dimana posisi penempatan, tetapi melalui raport akan dinilai dimana posisi yang pantas,”terang Suwirta.
Sebelumnya, tiga pejabat di lingkungan Pemkab Klungkung tersandung kasus hukum. Ketiganya adalah Sekda Klungkung, Ketut Janapria, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung, A.A Ngurah Agung dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Klungkung, Nyoman Rahayu.(hmsklk/nom)

SDN 1 Semarapura Tengah Wakili Bali Ke Nasional

Standard
Kabar gembira kembali hadir dari dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Semarapura Tengah keluar sebagai juara pertama pada Lomba Sekolah Sehat dan lomba Gugus tingkat provinsi yang telah diselenggarakan pada bulan September lalu.  Atas keberhasilan ganda ini, SDN 1 Semarapura Tengah berhak mewakili Provinsi Bali ke tingkat nasional pada perlombaan yang sama pada bulan Juli 2015 mendatang.
Kamis (11/12) didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Nyoman Mudarta beserta Kepala Bidang Pendidikan Dasar I Made Sukada, Kepala Sekolah SDN 1 Semarapura Tengah Ni Made Siwalatri diterima Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung untuk melaporkan keberhasilan SDN 1 Semarapura Tengah mewakili Provinsi Bali ke Tingkat Nasional dalam dua (2) ajang berbeda sekaligus. Pada kesempatan ini Ni Made Siwalatri mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati yang telah memiliki kepedulian dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung atas pembinaan yang telah dilakukan, sehingga sekolah ini berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan,’’ ujar Ni Made Siwalatri.
Dengan ditetapkannya sekolah ini mewakili Provinsi Bali pada lomba yang sama di tingkat nasional, diperkirakannya, tim penilai nasional akan mengunjungi sekolah ini pada bulan Juni 2015 mendatang. ‘’Atas dukungan semuanya, semoga berhasil menjadi terbaik di tingkat nasional,’’harap Kadisdikpora Klungkung I Nyoman Mudarta.
Sementara itu Bupati Suwirta sangat mengapresiasi prestasi yang telah diraih oleh SDN 1 Semarapura Tengah karena telah terpilih sebagai juara pertama lomba sekolah sehat tingkat provinsi serta berharap kepada pihak sekolah agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya guna mencapai hasil yang maksimal di tingkat nasional.(hmsklk/dunk)

Penataan Dan Pemeliharaan Taman Kerthagosa Dengan Konsep City Tour

Standard
Keinginan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk melakukan penataan Taman Kerthagosa tidak hanya mimpi semata. Hal ini akan diwujudkan kedepannya, ini terlihat dari kesungguhan Bupati Suwirta melibatkan Tim Pusat Penataan Kota di UNHI yang dipimpin oleh I Gusti Anindia Putra selaku Kepala Pusat Studi Perencanaan Wilayah dan Perkotaan UNHI. Tim UNHI tersebut memaparkan perencanaan Penataan dan Pemeliharaan Taman Kerthagosa dan Monumen Puputan Klungkung di Ruang Rapat Kerja Bupati (11/12) kamis kemarin.
Dalam pemaparan penataan Kertagosa, Tim dari UNHI menawarkan konsep perencanaan City Tour yang terdiri dari pasar seni, monument, kerthagosa, Puri Klungkung sampai pada lapangan puputan. Dalam City Tour tersebut, wisata akan diajak mengenal sejarah kerajaan Klungkung, yang juga akan ada relief dalam bangunan taman di kerthagosa. Keseriusan Bupati Suwirta dalam melakukan penataan terlihat dari tokoh yang hadir dan dilibatkan dalam pemaparan tersebut. Diantaranya yaitu Raja Klungkung Ida Dalem Smaraputra, DR. Eng. I Wayan Kastawan, ST, MA akademisi Teknik Arsitektur UNUD, Komang Anik Purniti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Gianyar (Wilayah Bali, NTB dan NTT) dan I B Pangjaya dari Yayasan Pelestarian Budaya Kabupaten Klungkung. dalam pemaparan tersebut Bupati Suwirta juga didampingi oleh Kadisbudpar Klungkung I Wayan Sujana, Kepala Bappeda Klungkung I Gusti Ngurah Bagus Putra serta unsur terkait lainnya.
Dalam konsep City Tour ini, pada taman Kerthagosa ditawarkan juga konsep terbuka dengan membuka view taman Kerthagosa dengan memberikan kesan Kerthagosa yang berbudaya. Dalam penataan ini, elemen Kerthagosa tidak banyak akan dirubah karena Kerthagosa merupakan warisan cagar budaya. Setiap elemen yang dirubah akan diberi rekam jejak untuk tetap memberikan informasi sejarah Kerthagosa tersebut. Selain pada areal Kerthagosa, di areal lapangan Puputan akan dibangun zona ruang bermain anak, zona kuliner, zona linier jalur sepeda, zona parkir, zona perdagangan Heritage dan zona jogging track.
Dalam pemaparan kemarin beberapa tokoh memberikan masukan terhadap pembangunan penataan Taman Kerthagosa ini, seperti dari I B Pangjaya menyampaikan agar pembangunan penataan Kerthagosa ini mengacu pada Budaya tempo dulu serta selain memikirkan kebutuhan akan pembangunan kerthagosa kedepannya dapat terhindar dari kerusakan polusi dari udara. Sedangkan dari Ahli Teknik Arsitektur UNUD DR. Eng. I Wayan Kastawan, ST, MA mengusulkan agar penataan Taman Kerthagosa dapat memberikan kesan jelas dan kuat, seperti penataan softcase dan hardcase. Kastawan juga mengatakan Klungkung seharusnya melihat sejarah masa lalu, penataan taman Kerthagosa ini harus kembali ke jatidiri dan menunjukkan identitas dari orang Klungkung sebenarnya. “Dalam sebuah pembangunan, bagaimana kita melestarikan budaya, bukan bagaimana kita mengganti warisan itu menjadi yang baru” kata Kastawan.
Sedangkan Ida Dalem Smaraputra mengatakan agar dalam pembangunan penataan taman kerthagosa ini agar membentuk tim pelestarian dengan tugas memferifikasi, analisis dan memberikan rekomendasi kepada Bupati tentang apa yang seharusnya dilakukan dalam penataan taman Kerthagosa ini. Dalam tanggapannya, Bupati Klungkung menyampaikan sangat setuju dan membutuhkan masukan-masukan dari para pakar arsitektur dan tokoh budaya untuk penataan kembali dan dengan tidak merusak cagar budaya dari Taman Kerthagosa. Bupati Suwirta berharap dari Tim UNHI agar dapat melanjutkan apa yang menjadi keinginan dan mimpi untuk melakukan penataan Kerthagosa ini. Dari penataan ini saya ingin menjadikan Kabupaten Klungkung ini indah dan asri dengan tujuan bagaimana membuat orang-orang datang ke Klungkung dan membuat orang Klungkung betah di Klungkung.(hmsklk/gix)

Pemkab Klungkung – UNHI Jalin MoU

Standard
Bertempat di aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, telah ditandangani Memorandum of Understanding (MoU) antara UNHI dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung, Rabu (10/12) kemarin. MoU ditandatangani oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Rektor Universitas Hindu Indonesia Dr. Ida Bagus Dharmika disaksikan oleh Ketua Yayasan UNHI Ida Bagus Gunadha, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaaten Klungkung I Wayan Tika, Kepala Bappeda I Gusti Ngurah Bagus Putra, Kadisbudpar Klungkung I Wayan Sujana serta instansi terkait lainnya. MoU ini terkait kerjasama dalam bidang agama dan kebudayaan sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rektor UNHI Ida Bagus Dharmika sangat berterima kasih kepada Bupati karena sudah merespon MoU ini dan sudah mau datang ke Kampus UNHI ini, Ida Bagus Dharmika juga sangat berharap kerja sama ini bisa berlanjut dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat di Kabupaten Klungkung juga untuk menambah pengetahuan di Kampus UNHI.
Sementara itu Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berharap kerjasama dan tanda tangan ini bukan saja diatas meja serta sekedar tandatangan saja, tetapi bisa ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk kerjasama yang berlandaskan atas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih lanjut Bupati Suwirta menyampaikan bahwa kedepannya di Kabupaten Klungkung banyak hal yang akan dilakukan, salah satunya mendata kebudayaan dan tarian-tarian sakral yang ada di Kabupaten Klungkung. Lewat moment ini juga Bupati berharap kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan wujud kerjasama riil. Terang Bupati Suwirta.
Sebelumnya  Bupati Suwirta juga menghadiri acara serah terima keberadaan sekolah rintisan berstandar nasional yang ada di Provinsi Bali, dimana dua sekolah itu terdapat di Kabupaten Klungkung yakni SMPN 2 Semarapura dan SMAN 2 Semarapura. Total terdapat 146 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang ada di dua sekolah itu.
Kadisdikpora Provinsi Bali Tia Kusuma Wardani menyampaikan, ini sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat sehingga hari ini bisa ditindaklanjuti dengan penandatangan berita acara serah terima oleh Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta
atas 2 sekolah di Kabupaten Klungkung tersebut. “Kedua sekolah itu  tadinya penuh menjadi kewenangan pemerintah provinsi tetapi dengan amah keputusan dari MK (Mahkamah Konstitusi) itu sepenuhnya kembali menjadi kewenangan pemerintah kabupaten kota”. Terang  Kusuma Wardani.
Acara serah terima ini bertempat di Ruang Rapat  Praja Sabha Kantor Gubernur Bali. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kabupaten Klungkung I Wayan Baru, Kadisdikpora Klungkung I Nyoman Mudarta, serta instansi terkait lainnya.(hmsklk/dunk)

Sekda Klungkung Terus Berkelit Saat Pemeriksaan

Standard

Sekda Klungkung Terus Berkelit Saat PemeriksaanSekda Klungkung Ketut Janapria bersama mantan Kabag Tapem Klungkung, Gusti Ngurah Wiradmaja, menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejaksaan Negeri Klungkung.

Janpria dan Gusti Wiradmaja berstatus tersangka kasus pembebasan lahan dermaga Gunaksa. Selasa (9/12), keduanya bersama tujuh tersangka lainnya yang disebut sebagai Tim Sembilan, resmi ditahan oleh Kejari Klungkung.

Koordinator Penyidik Kejati Bali, Azman Tanjung, kepada Tribun Bali usai melakukan pemeriksaan mengatakan, pemeriksaan sempat alot karena Janpria terus berkelit menjawab pertanyaan yang disodorkan padanya.

Azman mengatakan, sesuai undang-undang dalam menentukan harga lahan, tim penilai harus melibatkan ahli untuk mengukur nilai lahan dan wajib dibuatkan dalam dokumen resmi yang akan menjadi acuan tim penilai untuk menetapkan harga lahan.

“Ini harganya dirunding saja. Kewenangan untuk menentukan harga diberikannya pada bupati. Kalau bupatinya punya kepentingan di tanah itu kan kacau,” kata Azman.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengantongi berita acara penetapan harga yang telah dibubuhi tanda tangan semua tersangka. Walaupun berkelit, tersangka tetap akan dijerat.

Pihaknya tidak akan gentar untuk mengungkap kasus yang merugikan negara hingga Rp 11,7 miliar itu. Ia mengatakan, sebagai ketua tim penilai, Janpria telah keliru menggunakan kewenangannya. “Dalam undang-undang dikatakan, barang siapa karena kesalahannya membuat orang lain menjadi kaya dapat dipenjara,” tegas Azman.

Setelah rampung, berkas kedua tersangka akan dilimpahkan terlebih dahulu ke pengadilan. Sementara tersangka lainnya akan diperiksa secara berkala. “Kasus ini tersangkanya cukup banyak. Jadi pemeriksaannya akan sangat hati-hati,” tutur Azman.

Ia mengatakan, pemeriksaan akan dilanjutkan setelah perayaan hari raya Galungan dan Kuningan.

Koordinator Penasihat Hukum Janpria dan Gusti Wiradmaja, I Nyoman Sujana, mengatakan prosedur pembebasan lahan yang dilakukan kliennya melalui kesepakatan antara pemilik lahan dan pemerintah sudah benar.

Ketika itu, pemilik lahan meminta Rp 15 juta per meter sedangkan, pihaknya memberikan harga Rp 13 juta per meter. Akhirnya, disepakati harga lahan tersebut Rp 14 juta per meter. “Tidak ada indikasi mark up. Ini benar-benar permintaan pemilik lahan,” tegas Sujana (tribunebali.com)

Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Bagi Siswa-Siswi, Harapkan Generasi Muda Yang Kokoh

Standard
Untuk menyatu padukan unsur generasi muda bangsa Indonesia Sehinga dapat Mewujudkan kesatuan persepsi dan tingkah laku dalam mempersiapkan diri sebagai generasi muda penerus bangsa, pemerintah kabupaten klungkung melalui kesbangpolinmas  mengadakan kegiatan ceramah peningkatan Wawasan kebangsaan bagi siswa – siswi SMA / SMK yang ada diklungkung, acara yang dilaksanakan selasa (9/12) kemarin, mengambil tempat di ruang rapat praja mandala kantor Bupati Klungkung, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang siswa dari unsure Osis dan Pramuka.
Acara yang dibuka oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang didampingi oleh Dandim 1610 Klungkung, Ibu Kapolres Klungkung, Badan Narkotika Kabupaten (BNK), dan Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan rakyat yang sekaligus sebagai nara sumber pada acara tersebut bertujuan untuk mewujudkan generasi muda yang kokoh, tangguh, bersatu, dan sadar akan tantangan yang sangat berat dan penuh persaingan.
Dalam sambutanya Bupati Suwirta menilai acara ini sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan rasa idialisme dan nasionalismenya terhadap Negara, melihat saat ini banyaknya penyimpangan-penyimpangan gaya hidup dan kenakalan remaja yang dilakukan, mengingat untuk membetuk karakter kebangsaan tersebut tidaklah mudah dan belum tentu juga berarti susah. Bupati Suwirta juga berharap lebih sering diadakan kegiatan seperti ini, “untuk membentuk karakter kebangsaan tidak hanya dengan teori melainkan harus di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari dan didasari dengan kemauan yang sungguh-sungguh“, terangnya.
Adapun materi yang diberikan pada acara ini mencakup wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan pramuka, kamtbmas, bela Negara, dan bahaya narkoba bagi generasi muda.(hmsklk)

Bupati Suwirta Canangkan PATEN, Tahun 2015 Ijin Dapat Diurus di Kecamatan

Standard
Mulai januari 2015, semua Kecamatan di Kabupaten Klungkung sudah bisa memberikan pelayanan perijinan dan non perijinan. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati dalam laporannya pada kegiatan pencanangan Kecamatan sebagai penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) tahun 2015.
Penyelenggaraan PATEN di masing-masing Kecamatan ini dicanangkan langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta diruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, senin (8/12) kemarin. Acara pencanangan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung, para Camat dan Perbekel se-Kabupaten Klungkung.
Luh Ketut Ari Citrawati lebih jauh mengatakan, PATEN merupakan penyelenggaraan pelayanan publik di Kecamatan yang proses pengelolaannya mulai dari permohonan sampai ke tahap penerbitan dokumen dilakukan dalam satu tempat, yaitu di Kecamatan. PATEN mewujudkan Kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan bagi Kantor/Badan Pelayanan Terpadu di Kabupaten Klungkung. “Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kapada masyarakat,”ujarnya. Disebutkan, Kabupaten Klungkung merupakan satu-satunya Kabupaten di Bali dari 22 Kabupaten/Kota yang sudah siap untuk pelaksanaan PATEN dari 369 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hal ini menurut Citrawati adalah menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendekatkan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Sebagai salah satu Kabupaten yang sudah siap, Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bupati dan Camat se-Kabupaten Klungkung,”imbuhnya.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya PATEN ini dapat mengubah pola pikir masyarakat dan aparatur untuk lebih efektif dan efesien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, dengan telah dicanangkannya PATEN ini, diharapkan dapat memperpendek rentang birokrasi, memperkuat optimalisasi peran camat dalam pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. “Dengan PATEN ini harus diimbangi pula dengan transparansi pengurusan ijin,”tegasnya.
Sementara itu, dasar hukum pelaksanaan PATEN di Kabupaten Klungkung yakni Peraturan Bupati Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 25 tahun 2014, dimana pelayanan yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan ini mencakup 11 layanan perijinan, meliputi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) kecil, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Pemutihan IMB Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Ijin Mendirikan Satuan Pendidikan PAUD, Ijin Usaha Hortikultura, Surat Ijin Industri Kecil, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, TDP Cabang di Kecamatan, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, Ijin Penyelenggaraan Optik dan pengurusan Ijin Usaha Kecil Rekreasi dan Hiburan Umum. Sedangkan bidang pelayanan non perijinan meliputi enam aspek, diantaranya Koordinasi, Pembinaan, Pengawasan, Fasilitasi, Penetapan dan Penyelenggaraan.(hmsklk/nom)

KKKS Klungkung Motivasi Penca dan Lansia Produktif Dengan Bantuan Modal Usaha

Standard
Bantuan modal kerja/usaha ekonomis produktif bagi Penyandang Cacat (Penca) diluar panti dan lansia produktif kembali digelontor Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Klungkung, selasa (9/12). Setelah sebelumnya menyerahkan bantuan di Kecamatan Banjarangkan, kali ini KKKS Kabupaten Klungkung menyerahkan bantuan di Kecamatan Klungkung dan Dawan.
Penyerahan bantuan modal kerja/usaha ekonomis produktif bagi penyandang cacat diluar panti ini dipimpin langsung Ketua KKKS Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta didampingi Ny. Sri Kasta beserta pengurus KKKS lainnya. Bantuan ini merupakan salah satu program KKKS Kabupaten Klungkung tahun 2014 yang menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Adapun penerima bantuan modal kerja/usaha ekonomis produktif bagi penyandang cacat diluar pantia antara lain Komang Ariawan asal Banjar Gede, Desa Akah yang menderita lumpuh, Ketut Sukerta alamat Banjar Sangging, Desa Akah, Ni Ketut Sulastri dan Sukrana asal Desa Tegak, I Wayan Ary Setiawan asal Desa Jumpai, Luh Werdi asal Desa Gunaksa serta Komang Adi Permana asal Desa Sulang yang juga menderita lumpuh. Sementara untuk penerima bantuan bagi lansia produktif antara lain Ni Nengah Kekek dan Ni Wayan Agen asal Desa Dawan Kaler, Ni Wayan Roti dan Ni Nyoman Kendra asal Desa Dawan Klod dan Nengah Senteg asal Desa Tangkas, Klungkung.
Ketua KKKS Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta mengatakan, kegiatan ini merupakan program sosial KKKS Kabupaten Klungkung dalam menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Menurut Ketua TP. PKK Kabupaten Klungkung ini, meski bantuan yang diberikan tidak seberapa namun setidaknya dapat dijadikan tambahan modal dan memotivasi para penyandang cacat diluar panti dan lansia produktif dari keluarga kurang mampu untuk tetap semangat. “Semoga bantuan yang diberikan ini benar-benar bermanfaat bagi yang membutuhkan,”pungkasnya.(hmsklk/nom)

Bupati Suwirta Tantang Calon Dirut PDAM Berani Berinvestasi

Standard
Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya memperlancar dan meningkatkan produksi air guna didistribusikan kepada warganya terutama diwilayah Nusa Penida yang notabene daerah yang paling sering mengalami kesulitan air untuk kebutuhan sehari – hari. Jumat (8/12) Bupati suwirta didampingi Camat Nusa Penida dan Kabag HUMAS dan Protokol Wayan Parna meninjau mesin pompa dan inverter yang berada di Desa Sakti, Nusa Penida.
Bupati serta rombongan diterima Kepala Unit PDAM Nusa Penida I Ketut Narsa langsung meninjau instalasi mesin pompa. Ketut Narsa menyampaikan kepada Bupati bahwa pemasangan inverter baru sedang dikerjakan guna mengoperasikan dua buah pompa sekaligus. “ Dengan pemasangan inverter baru ini akan dapat meningkatkan jumlah air yang distribusikan kepada warga, karena dengan inverter ini dua buah pompa akan bisa dioperasikan secara bersama-sama.” Ujar I ketut Narsa.
Saat ini PDAM Unit Penida di Desa Sakti mendistribusikan air untuk enam desa dengan jumlah pelanggan sebanyak 2560. Disaat musim kemarau panjang kemarin PDAM mengalami kesulitan pendistribusian karena hanya satu pompa yang beroperasi, maka dengan pemasangan inverter ini akan meningkatkan pendistribusian air kepada warga. Ketut Narsa juga berharap bantuan kepada Pemkab Klungkung dalam peremajaan instalasi-instalasi pompa dan jaringan-jaringan pipa.
Bupati Suwirta dalam pernyataannya akan menantang Dirut PDAM yang terpilih nanti untuk berani berinvertasi dan berhutang demi peningkatan kwalitas pelayanan kepada para pelanggan. “ Sebagai sebuah perusahaan yang berorintasi untung mendapat keuntungan, saya akan menantang siapapun yang terpilih sebagai Dirut baru PDAM untuk berani berinvestasi, berani berhutang guna peningkatan kwalitas pelayanan dan produksinya .” ujar Bupati Suwirta.
Bupati Suwirta yang sempat meninjau kolam penampungan sumber mata air dekat pantai Penida atau pantai Crystal Bay, juga sangat menyayangkan banyaknya air yang terbuang kelaut, padahal air tersebut sangat berguna disaat musim kemarau panjang. “ Ini harus dipikirkan ulang bagaimana mengatasi jumlah air yang banyak terbuang kelaut dengan sia-sia.” Ujar Bupati asal Ceningan ini. Selain itu Bupati berharap supaya air yang didistribusikan kepada pelanggan supaya diolah lebih dulu. Selain mamantau kolam penampungan sumber mata air Penida,  Bupati juga meninjau bak-bak penampungan air disekitar Desa Sakti yang kondisinya perlu peremajaan.(hmsklk)

Bupati Suwirta Canangkan PATEN, Tahun 2015 Ijin Dapat Diurus di Kecamatan

Standard
Mulai januari 2015, semua Kecamatan di Kabupaten Klungkung sudah bisa memberikan pelayanan perijinan dan non perijinan. Hal ini disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati dalam laporannya pada kegiatan pencanangan Kecamatan sebagai penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) tahun 2015.
Penyelenggaraan PATEN di masing-masing Kecamatan ini dicanangkan langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta diruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, senin (8/12) kemarin. Acara pencanangan ini dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Klungkung, para Camat dan Perbekel se-Kabupaten Klungkung.
Luh Ketut Ari Citrawati lebih jauh mengatakan, PATEN merupakan penyelenggaraan pelayanan publik di Kecamatan yang proses pengelolaannya mulai dari permohonan sampai ke tahap penerbitan dokumen dilakukan dalam satu tempat, yaitu di Kecamatan. PATEN mewujudkan Kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan bagi Kantor/Badan Pelayanan Terpadu di Kabupaten Klungkung. “Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kapada masyarakat,”ujarnya. Disebutkan, Kabupaten Klungkung merupakan satu-satunya Kabupaten di Bali dari 22 Kabupaten/Kota yang sudah siap untuk pelaksanaan PATEN dari 369 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Hal ini menurut Citrawati adalah menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendekatkan dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Sebagai salah satu Kabupaten yang sudah siap, Menteri Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bupati dan Camat se-Kabupaten Klungkung,”imbuhnya.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya PATEN ini dapat mengubah pola pikir masyarakat dan aparatur untuk lebih efektif dan efesien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna terselenggaranya tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, dengan telah dicanangkannya PATEN ini, diharapkan dapat memperpendek rentang birokrasi, memperkuat optimalisasi peran camat dalam pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. “Dengan PATEN ini harus diimbangi pula dengan transparansi pengurusan ijin,”tegasnya.
Sementara itu, dasar hukum pelaksanaan PATEN di Kabupaten Klungkung yakni Peraturan Bupati Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 dan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 25 tahun 2014, dimana pelayanan yang dilaksanakan di tingkat Kecamatan ini mencakup 11 layanan perijinan, meliputi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) kecil, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Pemutihan IMB Bangunan sederhana untuk tempat tinggal tidak bertingkat, Ijin Mendirikan Satuan Pendidikan PAUD, Ijin Usaha Hortikultura, Surat Ijin Industri Kecil, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, TDP Cabang di Kecamatan, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) yang ijinnya diterbitkan oleh Camat, Ijin Penyelenggaraan Optik dan pengurusan Ijin Usaha Kecil Rekreasi dan Hiburan Umum. Sedangkan bidang pelayanan non perijinan meliputi enam aspek, diantaranya Koordinasi, Pembinaan, Pengawasan, Fasilitasi, Penetapan dan Penyelenggaraan.(hmsklk/nom)

Pentingnya Pendidikan Bagi Warga Miskin

Standard
Mengetahui adanya satu keluarga miskin yang sangat memprihatinkan, Bupati Suwirta didampingi Kabag Humas wayan parna langsung bergerak cepat guna melihat keadaan keluarga tersebut di Desa Sampalan, Banjar lekok minggu(7/12) kemarin. Keluarga yang tinggal ditengah rumah yang kumuh serta kurangnya sarana seperti listrik dan air membuat keluarga tersebut semakin susah.
Wayan Mangku Bandem (70) sudah tinggal disana sekitar 15 tahun dan sudah dikaruniai 5 orang anak dari pernikahan keduanya. Keluarga ini juga tinggal ditanah milik orang lain, dan hanya bekerja sebagai penjual kayu bakar. Karena mendengar ada salah satu dari lima anak Wayan Mangku Bandem sakit, Bupati Suwirta mengajak dr. Nym Adiputra untuk memeriksa keadaan anak keempat dari Wayan Mangku Bandem tersebut.
Bupati Suwirta sempat terkejut mendengar semua anak Wayan Mangku Bandem putus sekolah. Dalam keterangannya pendidikan merupakan dasar dari terbentuknya karakter seseorang kalau dibiarkan seperti ini terus maka akan menjadi kemiskinan baru. Seusai melihat kondisi dan memberikan bantuan keluarga Wayan Mangku Bandem, Bupati menyempatkan diri untuk melihat keadaan Wayan Kuat dan Ketut marta yang mengalami cacat fisik. Keduanya sama-sama lumpuh pada kakinya. Bupati Suwirta berharap bantuan-bantuan pemerintah harus sampai pada orang yang tepat. Sebelum menuju melihat keadaan warga lumpuh selanjutnya, Bupati Suwirta memberikan bantuan walaupun tidak begitu besar tapi semoga bermanfaat bagi Wayan Kuat dan Ketut Marta.
Dan selanjutnya Bupati Suwirta melihat keadaan ibu dan anak yang mengalami lumpuh di Banjar Losan, Desa Takmung, Kecamatan Klungkung(7/12) kemarin. I Wayan Kubuk yang telah berumur sekitar  70 tahun serta ibunya Ni Wayan Tepuk yang sudah berumur 100 tahun lebih, mengalami kelumpuhan sampai tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dalam percakapan dengan Bupati Suwirta, I Wayan Kubuk sangat berterima kasih karena sangat perduli dengan dia dan Ibunya.(hmsklk

Meninjau Perbaikan Jalan di Bukit Abah

Standard
Dengan curah hujan yang sangat tinggi akhir-akhir ini, jalan utama yang di daerah Bukit Abah mengalami kerusakan yang cukup parah. Warga dengan kesadaran bergotong-royong bersama memperbaiki lubang-lubang jalan yang rusak akibat terbawa arus air hujan yang sangat deras.
Menurut keterangan I Ketut Suartika (39) yang juga selaku kordinator kegiatan tersebut warga yang bergotong-royong sekitar 90 orang dan menghabiskan biaya kurang lebih 10 juta rupiah yang keseluruhan biaya berasal dari dana swadaya masyarakat lingkungan Bukit Abah. Jalan yang diperbaiki kurang lebih sepanjang 3 kilometer.
Bupati Suwirta yang datang meninjau kegiatan gotong-royong tersebut sangat antusias karena disini jiwa gotong-royong masyarakatnya masih sangat kuat. Karena berhubung Bukit Abah ini terbagi atas 2 kabupaten, yaitu kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, Bupati Suwirta akan melakukan kordinasi dengan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg masalah jalan utama yang ada di Bukit Abah tersebut yang kondisinya sudah lumayan parah.(hmsklk)

Wabup Kasta Hadir Sebagai Upasaksi Dalam Upacara Dewa Yadnya di Pura Dalem Tangkub

Standard

Wabup Klungkung Made Kasta didampingi Ny. Ayu Kasta menghadiri Puncak Karya Pecaruan, Melaspas dan Mendem Pedagingan di Pura Dalem Tungkub, Desa Pakraman Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan Rabu (03/12),. Upacara ini turut dihadiri pula camat Banjarangkan Komang Gede Wisnuadi dan perwakilan Muspika Banjarangkan yang disambut Perbekel Desa Takmung Nyoman Mudita dan para pengempon pura.

Perbekel Takmung, Nyoman Mudita mengatakan kepada Wabup Made Kasta bahwa hari ini rabu sebagai puncak karya bertepatan dengan rahina Buda Umanis Julungwangi. “Hari ini merupakan puncak karya yang bertepatan dengan pujawali, dimana sehari sebelumnya telah digelar pecaruan, melaspas, mendem pedagingan serta upacara melasti ke Pantai Lepang.” Ujar Nyoman Mudita. Mudita juga sempat menceritakan keberadaan Pura Dalem Tungkub yang letaknya ditengah persawahan ini sempat dalam kondisi tak terawat selama sekitar 100 tahun. Untuk itu, dengan semangat krama, pura ini akhirnya diperbaiki hingga dilaksanakan upacara seperti sekarang.
Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta dalam darma wacananya menyampaikan rasa salutnya atas semangat warga. Wabup berharap krama penyanggra dapat melaksanakan upacara ini dengan didasari rasa tulus, sehingga upacara ini dapat berjalan lancar dan labda karya. “Semoga karya ini berjalan lancar dan labda karya,”ujarnya. Wabup Kasta yang mengetahui sejarah Pura Dalem Tangkub ini menceritakan kepada pemedek yang hadir bahwa Ida Sesuhunan yang bersemayam dipura ini sangat pemurah jika doa dan permohonan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sebagai wujud bakti Wakil Bupati Made Kasta juga menghaturkan punia yang diterima Perbekel Desa Takmung, Nyoman Mudita.(hmsklk/jim)

Standard
Peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43 tahun 2014 di Kabupaten Klungkung ditandai dengan upacara bendera di Lapangan Puputan Klungkung, senin (1/12). Upacara diikuti seluruh jajaran pegawai dilingkungan Pemkab Klungkung.
Bertindak selaku inspektur upacara, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Dalam upacara ini juga diisi pengucapan Panca Prasetya Korpri oleh seluruh peserta upacara.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutan yang dibacakan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta mengatakan, dengan telah terbitnya Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi Korpri akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia (Korps ASN RI) yang bertujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi Aparatur Sipil Negara serta mewujudkan jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berpesan jajaran Korpri bisa menjadi guru dan tauladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat. Selain itu, jajaran Korpri juga diharapkan mampu memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten dan mampu melayani masyarakat dengan lebih cepat. Disamping itu, jajaran Korpri juga dituntut untuk meninggalkan mentalitas priyayi atau penguasa. “Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat,”pesan Presiden Joko Widodo.
Sementara itu, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menambahkan, melalui peringatan hari Korpri ini semua jajaran pegawai mampu meningkatkan sensitifitas, baik itu terhadap lingkungan birokrasi maupun terhadap lingkungan. Dalam rangka menuju birokrasi yang cerdas, inovatif dan tanggap, diharapkan pula jajaran pegawai dapat mengikuti perkembangan birokrasi dari atas terutama dari pusat. “Mohon cermati situasi yang berkembang terkait perkembangan birokrasi,”harap Bupati Suwirta. Disamping itu, terkait situasi yang sudah memasuki musim penghujan, Bupati menghimbau selujuh jajaran SKPD untuk meningkatkan sensitifitasnya serta menjalin koordinasi untuk membangun Kabupaten Klungkung secara bersama, sehingga tanggung jawab terhadap masyarakat tidak diragukan lagi. “Jalin koordinasi dan komunikasi sebaik-baiknya, sehingga apapun yang terjadi dimasyarakat cepat bisa tertangani dengan baik,”pungkasnya.
Sementara, dalam peringatan hari Korpri tahun ini juga diserahkan piala dan piagam kepada pemenang lomba serangkaian hari Korpri tahun 2014 dan penyerahan dana talikasih kepada PNS atau keluarga PNS yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit.(hmsklk/nom)

Selaku Ketua Satkorlak Bencana, Wabup Kasta Tinjau Pengendapan Sungai Candi Negara

Standard
Menerima laporan dari masyarakat tentang pengendapan sampah di sungai Candi Negara, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta tinjau lokasi sungai tersebut di Desa Kusamba (1/12) senin kemarin. Sebagian pengendapan terjadi karena berasal dari hulu yaitu limbah atau sampah pembuangan dari subak dawan dan sebagian lagi dari masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Dalam peninjauan tersebut ikut serta Camat Dawan A.A. Putra Wedana, dari Kepolisian dan TNI serta Perbekel Kampung Kusamba Abdul Gafar dan Perbekel Desa Kusamba Ketut Winastra.
Menurut keterangan Perbekel Abdul Gafar menjelaskan bahwa sungai yang melintasi Desa Kusamba dan Kampung Kusamba ini hanya 300 meter dari Jembatan Kusamba sampai ke laut ini mengakibatkan banjir apabila terjadi hujan deras. Pengendapan ini terjadi sudah hampir 5 tahun, pernah dibersihkan dan dikeruk 3 tahun yang lalu tetapi kotor dan mengendap kembali. Perbekel Abdul Gafar berharap kepada pemerintah agar dibangun senderan dan jalan ditepi sungai supaya mempermudah untuk membersihkan sungai ini.
Dalam wawancaranya, Wabup Kasta menyampaikan bahwa peninjauan ini merupakan antisipasi terhadap musim hujan yang terjadi. Wabup Kasta juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan masyarakat agar selalu waspada di musim penghujan, terutama yang ada di pinggir sungai dan di bawah pohon untuk menghindari Banjir dan tanah longsor.(hmsklk/gix)

Karya Pura Dalem Tungkub, Tempat Mohon Kesuburan Lahan dan Usadha

Standard
Serangkaian rampungnya pembangunan sejumlah pelinggih di Pura Dalem Tungkub, Desa Pakraman Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, krama penyangra menggelar upacara pecaruan, melaspas dan mendem pedagingan, selasa (2/12). Upacara dihadiri Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, tokoh masyarakat serta warga setempat.
Perbekel Takmung, Nyoman Mudita didampingi salah seorang panitia wewantenan, Wayan Budarsana mengatakan, setelah dilakukan pembangunan sejumlah pelinggih selama hampir 10 bulan, kini pengemong pura bersama krama penyanggra menggelar karya. Karya atau upacara yang digelar saat ini adalah pecaruan, melaspas dan mendem pedagingan. “Setelah ini juga dilanjutkan dengan melasti ke pantai Lepang,”ujarnya. Upacara ini dipuput Ida Pedanda Gede Putra Kajeng dari Geriya Takmung, Banjarangkan dan Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Sogata dari Geriya Wanasari, Karangasem. Sebagai puncak karya, akan dilaksanakan pada rahina Buda Umanis Julungwangi, rabu (3/12) hari ini bertepatan dengan pujawali di pura setempat.
Selain itu, menurut Budarsana, tujuan dari pelaksanaan upacara ini antara lain untuk membersihkan dan memberi aura terhadap pembangunan pura, karena dari sejak awal pura ini banyak mengalami perubahan, salah satunya dari segi luas pura dan beberapa tambahan bangunan pelinggih. Disamping itu, melalui penyucian kembali lingkungan pura, diharapkan dapat menumbuhkan rasa bakti umat serta lebih mengenalkan umat terhadap keberadaan pura, yang mana keberadaan Pura Dalem Tungkub ini berkaitan erat dengan usadha dan kesuburan lahan pertanian.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta sebagai upasaksi pelaksanaan karya ini salut atas semangat warga. Bupati berharap krama penyanggra dapat melaksanakan upacara ini dengan didasari rasa tulus, sehingga upacara ini dapat berjalan lancar dan labda karya. “Semoga karya ini berjalan lancar dan labda karya,”ujarnya. Sebagai wujud bakti, Bupati Suwirta juga menghaturkan punia yang diterima prajuru pura.
Sebelumnya, keberadaan Pura Dalem Tungkub yang letaknya ditengah persawahan ini sempat dalam kondisi tak terawat selama sekitar 100 tahun. Untuk itu, dengan semangat krama, pura ini akhirnya diperbaiki hingga dilaksanakan upacara seperti sekarang.(hmsklk/nom)

Standard

Penyaluran bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di kantor pos cabang sampalan, Kecamatan Nusa Penida, jumat (28/11) berlangsung lancar. Penyaluran bantuan ini disaksikan langsung Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta disela-sela kunjungannya ke Nusa Penida.
Ratusan warga kurang mampu di Kecamatan Nusa Penida memadati ruangan kantor pos cabang sampalan yang dipakai membagikan bantuan ini. Kondisi ruangan yang tidak terlalu luas mengakibatkan situasi menjadi panas dan pengap akibat banyaknya warga yang antre. Kondisi ini diakui salah seorang warga. Menurut Pak Luh Sunarti asal Desa Klumpu, dirinya antre dikantor pos sejak pukul 05.00 pagi, namun hingga pukul 10.00 belum menerima bantuan tersebut.  Akibat lamanya mengantre, dirinya terpaksa menunggu diluar karena udara didalam sangat panas. “Semoga penyerahan ini cepat berjalan sehingga tidak antre lama dan kegerahan,”ujarnya.
Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta yang menemui situasi seperti ini berharap petugas kantor pos dapat meningkatkan kenyamanan bagi warga yang antre. Bupati menghimbau perangkat komputer yang digunakan untuk pelayanan bisa ditambah sehingga proses penyaluran bantuan ini bisa lebih lancar dan warga yang mengantre bisa lebih cepat menerima bantuan tersebut. Disamping itu, untuk mengantisipasi antrean warga yang berjubel agar tidak kepanasan, Bupati berharap petugas dapat menyiapkan pendingin ruangan atau kipas angin, sehingga warga yang antre tidak sampai kepanasan. “Untung tidak sampai ada yang pingsan,”ujar Suwirta.
Sementara itu, dari data yang didapat di Kantor Pos cabang Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, jumlah rumah tangga sasaran (RTS)yang menerima bantuan ini sebanyak 4.889 RTS yang terbagi dalam 16 Desa. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan mulai tanggal 21 s/d 29 Nopember 2014.(hmsklk/nom)

LPD Menerima Bantuan Penyertaan Modal

Standard
Guna membantu dalam memberikan modal untuk membuka peluang usaha Lembaga Perkreditan Desa (LPD) melalui perkuatan struktur permodalan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) pemerintah pada tahun ini memberikan bantuan penyertaan modal kepada beberapa LPD di Kabupaten Klungkung. LPD yang menerima bantuan antara lain, dari Kecamatan Klungkung LPD Desa Pekraman (DP) Tegak dan LPD DP Satra, dari Kecamatan Nusa Penida yang mendapat bantuan penyertaan modal ada dua LPD yaitu LPD DP Panca Mandala Gita dan LPD DP Sebuluh, untuk Kecamatan Dawan ada dua LPD yang mendapat bantuan yaitu LPD DP Punduk Dawa dan LPD DP Bias, dan Kecamatan Banjarangkan ada empat LPD yang Mendapat Bantuan yaitu LPD DP Aan, LPD DP Jungut, LPD DP Timuhun, dan  LPD DP Umanyar.
Bantuan yang diterima tiap LPD sebesar 50 juta rupiah. Adapun beberapa tujuan dan sasaran bantuan penyertaan modal antara lain, terwujudnya LPD yang memiliki struktur permodalan yang kuat, terbukanya peluang LPD untuk mengembangkan usaha, dan terbukanya peluang yang lebih luas bagi krama desa adat pekraman untuk mendapatkan pelayanan dari LPD yang bersangkutan sehingga dapat memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi di desa pekraman.
Dalam penandatanganan penyerahan bantuan modal tersebut dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan, KB dan Pemerintahan Desa Kabupaten Klungkung I Putu Widiada beserta bendesa dan ketua LPD yang mendapatkan bantuan penyertaan modal tersebut. Penyerahan tersebut dilaksanakan di ruang rapat kantor Bupati Klungkung, selasa (2/12).
Bupati Suwirta berharap semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi LPD dan lingkungan masyarakat yang memanfaatkan LPD. Saya juga meminta LPD untuk tidak terlalu fokus dalam mencari keuntungan semata tapi lebih, bagaimana manfaat yang dirasakan masyarakat dengan adanya LPD diwilayah desa pekraman. Seandainya membuat kantor juga jangan terlalu mewah yang penting nyaman sehingga pegawai yang bekerja bisa lebih maksimal.(hmsklk)

Bupati Suwirta lepas atlit Dansa Klungkung wakil Bali ke Kejuaraan Dansa nasional di Bandung.

Standard

Semarapura.

Bupati Suwirta lepas atlit Dansa Klungkung keajang kejuaraan Dansa nasional di Bandung.1Kabupaten Klungkung patut berbangga dengan terpilihnya atlit Dansa Bali yang diwakili putra putri Klungkung untuk mewakili bali diajang Kejuaraan Dansa se Indonesia yang akan diselenggarakan di Bandung mulai Sabtu(23/8) sampai dengan Senin(25/8)yang akan datang . Untuk itu Bupati Klungkung secara khusus menerima kehadiran 7 orang atlit dansa ini yang tergabung dalam wadah  IODI(Ikatan Olah raga Dansa Indonesia) Klungkung bertempat diruang kerja Bupati Klungkung Rabu(20/8)kemarin.  Pamitan  rombongan atlit IODI Klungkung ini diantar Ketua umum KONI Klungkung Drs Dewa Gde Oka Suabawa,serta pengurus lainnya Drs Ketut Sujana MPd,Ketua IODI Klungkung , Luh Putu Panca Sari,serta pemimpin rombongan  atlit. Pada kesempatan itu Bupati Suwirta minta kepada seluruh atlit yang berlaga dalam kejuaraan di Bandung nanti untuk senantiasa berbuat sebaik baiknya agar mampu keluar sebagai juara dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Klungkung dan Bali dikancah nasional. “ Saya minta seluruh atlit untuk berjuang sekuat tenaga merebut hasil yang terbaik nanti dan mampu membawa nama harum Kabupaten Klungkung,”harap Bupati Suwirta. Pada kesempatan itu Bupati Suwirta mengucapkan selamat berkompetisi dan memberikan uang saku untuk seluruh atlit yang berlaga. Sementara itu salah seorang atlit peserta lomba IGusti Ayu Mirah Pramesti(17)yang juga siswa  SMAN 2 Semarapura  usai dilepas Bupati menyatakan dirinya bersama teman temannya siap dan  merasa tertantang untuk mampu mempersembahkan yang terbaik bagi Klungkung dan Bali umumnya.” Kami siap untuk merebut prestasi yang terbaik nanti di Bandung,”ujarnya diamini teman temannya. Dari ke 7 orang atlit Dansa ini  2 orang  masih duduk diabngku SMAN 2 Semarapura,1 orang  Alumni SMAN 1 Semarapura dan kini  kuliah di UBAYA,1 orang Alumni SMAN 1 Banjarangkan,1 orang  Alumni SMKN Klungkung,1 orang Alumni SMA Par  Saraswati Klungkung,1 orang yang paling muda atas nama AA Bagaskara Eras Kepakisan  masih duduk di Kelas 3 SMPN 1 Semarapura. Ketua KONI Klungkung Drs Dewa Gde Oka Suabawa  berharap dengan dikirimnya atlit Klungkung dikejuaraan Dansa Nasional ini membuktikan seluruh cabor di Klungkung mempunyai kesempatan yang sama ,asal bisa menunjukkan prestasinya. “ Koni akan senantiasa mengapresiasi seluruh Cabor yang mampu menunjukkan kualitas dan prestasinya kita akan ikutkan dalam setiap even penting,”tegas Dw Suabawa. Sementara itu Ketua IODI(Ikatan Olah raga Dansa Indonesia ) Kabupaten Klungkung Luh Putu Pancasari menyatakan rasa sukurnya atas prestasi atlit Dansa Klungkung. Untuk itu dalam ajang kejuaraan Dansa se Indonesia  yang dimulai  23 Agustus  s/d 25 Agustus diselenggarakan di Bandung atlitnya akan berlomba di Katagori Chacha,Rumba,Jive. “ Kita IODI Klungkung mengirim  3 pasang Atlit Dansa  dan 1 orang Atlit mewakili  Bali dari Klungkung. Mudah mudahan bisa meraih prestasi yang terbaik bagi klungkung,”ujar istri Sekda Ir Ketut janapria MT ini optimis.(humas.klk)

Bupati Suwirta Kembali Tinjau Ketertiban Pasar Galiran

Standard
Mendengar kondisi pasar Galiran yang kembali sembraut, pagi jam 07.00 Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali turun untuk meninjau langsung ketertiban umum para pedagang (5/9). Dalam peninjauan didapat di areal sayap barat pasar masih banyak para pedagang yang belum teratur dalam menaruh barang dagangan mereka. Barang dagangan yang tidak teratur tersebut dianggap pelanggaran ketertiban umum karena melebar dan menghalangi akses jalan di pasar. Peninjauan dilanjutkan ke dalam pasar, ternyata didapat kondisi yang sama, para pedagang didalam menaruh barang dagangannya sampai memenuhi badan/akses jalan atau lorong di dalam pasar. Peninjauan Bupati Suwirta didampingi oleh Kadisperindagkop Komang Darma Suyasa, Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widyasa Putra.
Melihat barang dagangan yang menghalangi akses jalan tersebut, Bupati Suwirta tidak segan untuk langsung mendatangi dan memberikan himbauan kepada para pedagang yang bersangkutan agar turut serta mentaati ketertiban yang ada. Himbauan tersebut ditanggapi dengan serius oleh para pedagang dan mereka akan berusaha mengukuti himbauan Bupati yang selama ini dirasakan mengganggu ketertiban umum khususnya aktivitas di pasar. Selain permasalahan ketertiban dari para pedagang, Bupati juga menyoroti soal kebersihan pasar. Hal yang ditemukan Bupati ternyata saluran air yang ada di Pasar masih tersumbat terutama lokasi pasar hewan ternak yang berakibat kotoran dari ternak tersebut tidak bisa ngalir ke pembuangan, sehingga kotoran tersebut mengendap dan membuat kondisi pasar tersebut menjadi bau.
Melihat kondisi tersebut, Bupati mengintruksikan kepada Kadisperindagkop untuk memperbaiki saluran air dan got pembuangan pada anggaran perubahan mendatang. Terkait dengan pelanggaran ketertiban umum dari para pedagang, Bupati Suwirta menghimbau selain melakukan penertiban secara rutin, kepada pegawai UPT pasar harus dapat memberikan pendidikan mental dan budaya untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban umum untuk para pedagang. Karena ditengarai, kondisi aktivitas di pasar ini sudah merupakan budaya dari dulu. Bupati Suwirta juga memberikan intruksi agar setiap sudut tempat yang terjadi pelanggaran ketertiban umum agar diberikan rambu larangan, dengan tujuan untuk tidak ada pelanggaran yang sama terjadi ditempat tersebut.(hms klk)

Mendengar kondisi pasar Galiran yang kembali sembraut, pagi jam 07.00 Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kembali turun untuk meninjau langsung ketertiban umum para pedagang (5/9). Dalam peninjauan didapat di areal sayap barat pasar masih banyak para pedagang yang belum teratur dalam menaruh barang dagangan mereka. Barang dagangan yang tidak teratur tersebut dianggap pelanggaran ketertiban umum karena melebar dan menghalangi akses jalan di pasar. Peninjauan dilanjutkan ke dalam pasar, ternyata didapat kondisi yang sama, para pedagang didalam menaruh barang dagangannya sampai memenuhi badan/akses jalan atau lorong di dalam pasar. Peninjauan Bupati Suwirta didampingi oleh Kadisperindagkop Komang Darma Suyasa, Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widyasa Putra.

Melihat barang dagangan yang menghalangi akses jalan tersebut, Bupati Suwirta tidak segan untuk langsung mendatangi dan memberikan himbauan kepada para pedagang yang bersangkutan agar turut serta mentaati ketertiban yang ada. Himbauan tersebut ditanggapi dengan serius oleh para pedagang dan mereka akan berusaha mengukuti himbauan Bupati yang selama ini dirasakan mengganggu ketertiban umum khususnya aktivitas di pasar. Selain permasalahan ketertiban dari para pedagang, Bupati juga menyoroti soal kebersihan pasar. Hal yang ditemukan Bupati ternyata saluran air yang ada di Pasar masih tersumbat terutama lokasi pasar hewan ternak yang berakibat kotoran dari ternak tersebut tidak bisa ngalir ke pembuangan, sehingga kotoran tersebut mengendap dan membuat kondisi pasar tersebut menjadi bau.
Melihat kondisi tersebut, Bupati mengintruksikan kepada Kadisperindagkop untuk memperbaiki saluran air dan got pembuangan pada anggaran perubahan mendatang. Terkait dengan pelanggaran ketertiban umum dari para pedagang, Bupati Suwirta menghimbau selain melakukan penertiban secara rutin, kepada pegawai UPT pasar harus dapat memberikan pendidikan mental dan budaya untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban umum untuk para pedagang. Karena ditengarai, kondisi aktivitas di pasar ini sudah merupakan budaya dari dulu. Bupati Suwirta juga memberikan intruksi agar setiap sudut tempat yang terjadi pelanggaran ketertiban umum agar diberikan rambu larangan, dengan tujuan untuk tidak ada pelanggaran yang sama terjadi ditempat tersebut.(hms klk)

Mulai 17 Agustus Anda Sudah Bisa Belanja dengan Uang NKRI

Standard

Bank Indonesia (BI) memastikan mulai tanggal 17 Agustus 2014 uang baru NKRI sudah sah sebagai alat pembayaran resmi di dalam negeri.

“Memang mulai berlakunya 17 Agustus,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara kepada detikFinance, Selasa (12/8/2014).

Tirta menambahkan pada tanggal 17 Agustus bertepatan dengan hari libur atau tanggal merah, namun pada hari itu peredaran uang baru ini sudah efektif berlaku sebagai alat pembayaran.

“Pada tanggal 17 kan hari libur, terus semua bank juga libur. Tapi kalau ada yang membayar pakai uang NKRI itu tanggal 17, ya sudah sah. Bisa diterima,” katanya.

Seperti diketahui BI akan menerbitkan uang rupiah cetakan baru pada 17 Agustus 2014. Ada beberapa perbedaan mendasar dengan uang rupiah cetakan lama.

Uang rupiah (kertas) yang akan diterbitkan 17 Agustus 2014 memiliki ciri umum sebagaimana diatur dalam UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, sebagai berikut:
# Gambar lambang negara ‘Garuda Pancasila’
# Frasa “Negara Kesatuan Republik Indonesia”
# Sebutan pecahan dalam angka dan huruf sebagai nilai nominalnya
# Tanda tangan pihak Pemerintah dan Bank Indonesia
# Nomor seri pecahan
# Teks ‘DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI …’
# Tahun emisi dan tahun cetak